Polda Sumut Siagakan 100 Personel Brimob dan Peralatan Pendukung Bantu Masyarakat Karo

Juli Rambe • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 20:58 WIB
BRIMOB: Personel Brimob Polda Sumut dikerahkan ke Karo bantu masyarakat terdampak erupsi Gunung Sinabung. (Dok: Polda Sumut)
BRIMOB: Personel Brimob Polda Sumut dikerahkan ke Karo bantu masyarakat terdampak erupsi Gunung Sinabung. (Dok: Polda Sumut)

 

MEDAN, SUMUT POS-Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut) mengalami erupsi pada Senin (31/8), sekira pukul 10.17 WIB. Erupsi berlangsung selama 991 detik dengan tinggi kolom erupsi mencapai sekitar 3,5 kilometer dan bergerak ke arah timur-tenggara.

Hingga pukul 11.25 WIB, aktivitas erupsi masih berlangsung. Berdasarkan pemantauan sementara, tidak terdapat korban jiwa maupun laporan kerugian material yang signifikan akibat peristiwa tersebut.

Kabid Humas Kepolisian Daerah (Polda) Sumut, Kombes Pol Dr Ferry Walintukan mengatakan, Polda Sumut bersama jajaran terkait langsung melakukan koordinasi dan pemantauan untuk memastikan kondisi masyarakat tetap aman serta penanganan dapat dilakukan secara cepat apabila terjadi perkembangan situasi.

Baca Juga: PTPN IV PalmCo Dorong Peremajaan Sawit Rakyat dan Tanam Padi Gogo di Asahan

"Polri bersama seluruh stakeholder terkait terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas Gunung Sinabung. Kami juga memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana apabila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk membantu masyarakat," ujar Ferry, Selasa (1/9).

Ia menjelaskan, sejumlah desa di sekitar Gunung Sinabung dilaporkan terdampak abu vulkanik tipis. Namun, kondisi tersebut sejauh ini tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

Adapun wilayah yang terdampak abu tipis meliputi Desa Kuta Rakyat, Kuta Gugung, Sigaranggarang, Sukanalu dan Sukandebih.

"Untuk sementara, abu yang turun di sejumlah desa masih tipis dan tidak mengganggu aktivitas warga. Meski demikian, masyarakat tetap kami imbau untuk mengikuti arahan petugas dan rekomendasi dari PVMBG," katanya.

Sebagai langkah kesiapsiagaan, Satuan Brigade Mobile (Satbrimob) Polda Sumut telah berkoordinasi dengan Roops Polda Sumut, Polres Tanah Karo, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan SAR Nasional (Basarnas).

Satbrimob Polda Sumut juga menyiapkan satu Satuan Setingkat Kompi (SSK) atau sekitar 100 personel yang dipimpin Danyon A Pelopor Kompol Abdul Holid. Personel tersebut disiapkan untuk mendukung penanganan apabila kondisi di lapangan membutuhkan pengerahan kekuatan tambahan.

Selain personel, sejumlah kendaraan dan peralatan pendukung turut disiapkan, antara lain kendaraan operasional, mobil repeater, truk angkut, kendaraan dapur lapangan, water treatment, sepeda motor, tenda pleton, helm, sepatu boot, peralatan kebersihan, alat komunikasi hingga drone.

Di wilayah Kabupaten Karo, sekitar 100 personel Polres Tanah Karo juga disiagakan untuk melakukan pemantauan dan membantu pengamanan masyarakat di sekitar kawasan Gunung Sinabung.

Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) dan Pemerintah Desa (Pemdes) juga telah berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api PVMBG di Desa Ndokum Siroga untuk memperoleh informasi terkini mengenai aktivitas Gunung Sinabung.

Petugas turut memberikan imbauan kepada masyarakat, pengunjung dan pelaku wisata agar tidak memasuki kawasan zona merah dan segera meninggalkan area yang masuk dalam kawasan berbahaya sesuai rekomendasi PVMBG.

"Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati zona yang telah ditetapkan sebagai kawasan berbahaya dan selalu mengikuti informasi resmi dari petugas maupun PVMBG," tegas Ferry.

Sementara itu, satu SSK personel Satbrimob Polda Sumut telah melaksanakan apel penugasan yang dipimpin Karo Ops Polda Sumut, Kombes Pol Dr Dwi Tunggal Jaladri, pada Senin (31/8) kemarin. Setelah apel, personel bergerak menuju Polres Tanah Karo untuk memperkuat kesiapsiagaan di wilayah terdampak.

"Hingga saat ini, personel gabungan masih melakukan pemantauan serta pengecekan terhadap kemungkinan dampak erupsi Gunung Sinabung. Polda Sumut memastikan koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat di sekitar kawasan gunung api tersebut," tandasnya.

Sementara itu, Dansat Brimob Polda Sumut, Kombes Pol M Rendra Salipu menegaskan, bahwa pengerahan personel merupakan wujud kesiapsiagaan sekaligus komitmen Brimob untuk selalu hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan.

"Brimob Polda Sumut siap hadir dan membantu masyarakat yang terdampak maupun yang membutuhkan bantuan. Kita tidak hanya datang untuk melaksanakan tugas, tetapi juga untuk memberikan rasa aman dan memastikan masyarakat tidak merasa sendirian menghadapi situasi ini," ujarnya.

Ia meminta seluruh personel yang ditugaskan untuk mengutamakan keselamatan, meningkatkan kewaspadaan, serta tetap mengedepankan sikap humanis dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Utamakan keselamatan, tetap humanis, dan berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Jadikan kehadiran kita sebagai bentuk nyata pengabdian dan kepedulian Brimob kepada masyarakat," tegasnya. (dwi/ram)

 

Editor : Juli Rambe
polda sumut kerahkan tenaga ke sinabung erupsi gunung sinabung polda sumut