MEDAN, SUMUT POS- Pasca erupsi Gunung Api Sinabung, Bandara Internasional Kualanamu (KNO) Deliserdang, yang sempat berdampak terhadap pembatalan 55 penerbangan, Selasa (1/9) kemarin, kini mulai berangsur normal.
Sejumlah maskapai penerbangan mulai kembali beroperasi sejak Rabu (2/9), Pukul 04.00 WIB, baik domestik maupun internasional, termasuk 6 penerbangan retime dan 11 delay.
Demikian disampaikan Plt Director of Operation and Services PT Angkasa Pura Aviasi KNO, Dedy Sri Cahyono, melalui Manager of Corporate Affairs, Mohamad Hikmat Hidayat, Rabu (2/9).
Baca Juga: Khairul Azmi Tegaskan Seluruh UPT Dinas SDABMBK Harus Mampu Bangun Komunikasi
"Dari 55 penerbangan yang sempat batal, saat ini sudah melakukan schedul ulang dan sebesar 60 persen sejak penerbangan pertama sudah mulai diterbangkan," katanya.
Adapun, jelasnya, sejumlah maskapai domestik dan internasional yang sudah melakukan schedule ulang serta kembali diterbangkan, di antaranya Lion Air, Batik Air, Citilink, Garuda, Salam Air, Air Asia, Singapura, dan Malaysia.
"Kami berharap, Gunung Sinabung yang masih berupsi agar tidak lagi berdampak kepada penerbangan di KNO," tandasnya.
Sebelumnya, Sebanyak 55 penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Kualanamu (KNO) dibatalkan, hingga Selasa (1/9/2026), pukul 16.00 WIB.
Sedangkan 6 penerbangan mengalami penyesuaian waktu atau retime, dan 11 penerbangan yang delay.
Bahkan, Sebagai langkah keselamatan penerbangan, AirNav Indonesia melalui NOTAM A3250/26 menginformasikan penutupan sementara aerodrome (KNO) pada Selasa (1/9), mulai pukul 10.50-12.45 WIB, akibat dampak abu vulkanik Gunung Sinabung.
Namun, mulai pukul 07.07 UTC atau 14.07 WIB, bandara kembali dibuka dan telah dinyatakan 'Aerodrome-Resumed Normal Operation' atau operasional bandara telah kembali normal. (dwi/ram)
Editor : Juli Rambe