Tak Kekurangan Kader, Jiji dan Ronggur Dinilai Cocok Emban Koordinator KAHMI Binjai

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 13:56 WIB

Ronggur Simorangkir (kiri) dan Hasanul Jihadi (kanan), dinilai cocok Emban Koordinator KAHMI Binjai. (Kolase foto/Sumut Pos)
Ronggur Simorangkir (kiri) dan Hasanul Jihadi (kanan), dinilai cocok Emban Koordinator KAHMI Binjai. (Kolase foto/Sumut Pos)

 

BINJAI, Sumutpos.jawapos.com– Musyawarah Daerah (Musda) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kota Binjai yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (13/9/2026) mulai memunculkan sejumlah nama potensial untuk mengisi kepengurusan periode mendatang.

Di tengah semakin dekatnya agenda organisasi tersebut, muncul pandangan bahwa KAHMI Binjai tidak kekurangan kader potensial. Mereka datang dari beragam latar belakang, mulai dari eksekutif, legislatif, aktivis, akademisi hingga kalangan pendidik.

Komisioner KPU yang juga warga Kota Binjai, Robby Effendi, menyebut banyak kader HMI yang dinilai memiliki kapasitas untuk diusulkan menjadi presidium KAHMI Binjai.

“Banyak lah kader HMI yang cocok jadi pengurus KAHMI Binjai, dari semua kalangan ada untuk diusulkan presidium,” ungkap Robby kepada wartawan di Binjai, Kamis (3/9/2026).

 

Menurutnya, dari unsur pemerintahan terdapat Wakil Wali Kota Binjai Hasanul Jihadi. Sementara dari unsur legislatif, nama Ronggur Simorangkir dan Azra’i disebut memiliki kapasitas untuk masuk dalam bursa kepengurusan.

“Lihat ya, dari pemerintahan ada Wakil Wali Kota Binjai Hasanul Jihadi. Kemudian unsur legislatif ada Ronggur Simorangkir dan Azra’i,” ujarnya.

Tak hanya dari kalangan birokrasi dan politik, Robby juga menyebut sejumlah nama dari dunia akademik dan gerakan kepemudaan. Agus Purwanto dan Agustyanto disebut mewakili kalangan akademisi.

Sementara dari aktivis muda, terdapat nama Leriadi dan Novrizal. Adapun dari kalangan pendidik, Robby menyebut Syamsul Agus dan Rizal Fahlevi.

“Banyak lagi, bahkan banyak sekali jika saya sebut di sini. KAHMI gak pernah kehabisan stok kader,” tegasnya.

Robby mengaku awalnya tidak ingin terlalu jauh mengomentari dinamika menjelang Musda. Namun, pertanyaan wartawan membuatnya menyampaikan pandangan mengenai banyaknya kader yang dapat menjadi pilihan untuk memperkuat organisasi.

“Ini karena teman-teman wartawan bertanya. KAHMI tidak pernah kehabisan kader, banyak,” katanya.

Ia menilai banyaknya figur potensial tersebut seharusnya menjadi momentum bagi seluruh elemen KAHMI Binjai untuk melakukan konsolidasi secara menyeluruh.

Menurut Robby, Musda tidak semata-mata menjadi forum pergantian atau penyusunan kepengurusan. Lebih dari itu, momentum tersebut harus mampu memperkuat peran KAHMI dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Ya, kita kan ber-KAHMI ini untuk menebar kebaikan dan kebermanfaatan untuk umat serta untuk semua,” sambungnya.

Ia berharap Musda KAHMI Binjai dapat menghasilkan kepengurusan yang mampu membawa organisasi bergerak lebih progresif. Konsolidasi internal, menurutnya, harus bermuara pada kontribusi yang lebih luas, bukan hanya bagi organisasi, tetapi juga bagi Kota Binjai, Sumatera Utara hingga tingkat nasional.

“Saya berdoa semoga semua berjalan baik dan lancar. Konsolidasi total untuk sumbangsih kemajuan Binjai dan Sumut serta nasional,” pungkasnya.

Editor : Johan Panjaitan
potensial periode Musda kahmi