Sekda Amril Lepas 103 Siswa Diktuba Polri, Tekankan Karakter, Disiplin dan Jiwa Kepemimpinan

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 14:13 WIB

Sekda Langkat, Amril saat melakukan tepung tawar terhadap siswa diktuba. (Diskominfo Langkat/Sumut Pos)
Sekda Langkat, Amril saat melakukan tepung tawar terhadap siswa diktuba. (Diskominfo Langkat/Sumut Pos)

 

STABAT, Sumutpos.jawapos.com – Sebanyak 103 siswa Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktuba) Polri Kemampuan SPKT Tahun 2026 mengikuti kegiatan outbond di Kabupaten Langkat. Mereka tidak hanya ditempa secara fisik dan mental, tetapi juga diajak mengenal jejak sejarah dan budaya daerah.

Kegiatan tersebut dilepas Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Langkat, Amril, di Lapangan Sepak Bola Paya Rengas, Kecamatan Hinai, Selasa (1/9/2026).

Bagi Pemkab Langkat, kegiatan outbond para calon anggota Polri itu memiliki makna lebih luas dari sekadar latihan fisik. Kegiatan dirancang untuk membangun kedisiplinan, keberanian, ketahanan fisik, kekompakan hingga kemampuan kepemimpinan.

“Pemerintah Kabupaten Langkat menyambut baik dan mengapresiasi SPN Polda Sumatera Utara yang telah memilih Bumi Langkat Berseri sebagai kawah candradimuka dalam membentuk karakter, mental, dan kemampuan para siswa Diktuba Polri,” ujar Amril.

Menurutnya, proses pembentukan calon anggota Polri tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan teknis. Mental yang kuat, kepekaan sosial, jiwa korsa dan kemampuan bekerja dalam tim menjadi modal penting ketika nantinya mereka terjun menjalankan tugas di tengah masyarakat.

Karena itu, rangkaian outbond juga dikemas dengan kegiatan yang menyentuh aspek sejarah dan budaya. Para siswa diajak mengunjungi Situs Cagar Budaya Bukit Kerangan serta melaksanakan ziarah ke Makam Raja Indra Bungsu di Kecamatan Hinai.

Baca Juga: Tak Kekurangan Kader, Jiji dan Ronggur Dinilai Cocok Emban Koordinator KAHMI Binjai

Situs Bukit Kerangan diperkenalkan sebagai salah satu jejak peradaban tua Melayu yang berada di kawasan pemukiman lama di tepi alur Sungai Langkat. Keberadaan situs tersebut menjadi bagian dari perjalanan sejarah dan perkembangan peradaban Melayu di Langkat.

Sementara itu, Raja Indra Bungsu dikenal sebagai salah satu tokoh dalam garis keturunan kepemimpinan yang berkaitan dengan fondasi awal Kesultanan Langkat.

Amril menilai pengenalan sejarah dan budaya penting untuk membentuk karakter calon anggota Polri. Menurutnya, kekuatan seorang aparat tidak hanya dibangun melalui latihan fisik dan kemampuan teknis, tetapi juga melalui fondasi moral serta pemahaman terhadap nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat.

“Sejarah ini diperkenalkan agar para siswa tidak hanya kuat secara fisik dan teknis kepolisian, tetapi juga memiliki akar historis, moral, dan etika yang kokoh dengan meneladani nilai kepemimpinan serta perjuangan yang diwariskan para pendahulu,” katanya.

Baca Juga: Pabrik Sabun PT Evyap di KEK Sei Mangkei Terbakar

Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar menjaga etika dan kesopanan selama mengikuti rangkaian kegiatan, termasuk ketika berada di kawasan cagar budaya maupun saat berinteraksi dengan masyarakat setempat.

“Kita harus menghormati warisan sejarah dan budaya daerah ini sebagaimana kita menghormati para pendahulu yang telah meletakkan dasar-dasar pembangunan dan peradaban,” tegasnya.

Usai memberikan arahan, Amril melakukan prosesi setawar sedingin sebagai simbol doa dan harapan agar seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan lancar. Prosesi tersebut sekaligus menandai pelepasan resmi 103 siswa untuk mengikuti kegiatan outbond.

Amril bersama rombongan kemudian turut mengunjungi Situs Cagar Budaya Bukit Kerangan dan melaksanakan ziarah ke Makam Raja Indra Bungsu.(ted/han)

Editor : Johan Panjaitan
diktuba polri siswa Sekda Langkat