KARO, Sumutpos.jawapos.com – Aktivitas vulkanik Gunungapi Sinabung di Kabupaten Karo masih menunjukkan tanda-tanda aktif. Pada Kamis (3/9/2026) pagi hingga siang, asap kawah bertekanan sedang teramati membubung setinggi 200 hingga 400 meter di atas puncak kawah, sementara abu vulkanik bergerak ke arah utara hingga timur laut.
Berdasarkan laporan MAGMA-VAR periode pengamatan pukul 06.00–12.00 WIB, kondisi cuaca di sekitar Gunungapi Sinabung terpantau berawan hingga mendung. Angin bertiup lemah menuju utara dan timur laut, dengan suhu udara berkisar 20–24 derajat Celsius.
Secara visual, Gunungapi Sinabung teramati jelas meski sesekali tertutup kabut 0-II hingga kabut 0-III. Asap kawah berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang sampai tebal terlihat membubung 200–400 meter di atas puncak kawah.
Pergerakan abu vulkanik ke arah utara hingga timur laut menjadi salah satu perhatian dalam pemantauan aktivitas gunung tersebut.
Baca Juga: Tak Kekurangan Kader, Jiji dan Ronggur Dinilai Cocok Emban Koordinator KAHMI Binjai
Dari sisi kegempaan, tercatat satu kali gempa Low Frequency dengan amplitudo 3 milimeter dan durasi 14 detik. Selain itu, terjadi satu kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 4 milimeter, S-P 0 detik dan durasi 12 detik.
Tremor menerus atau microtremor juga masih terekam dengan amplitudo 2–3 milimeter, dengan amplitudo dominan 2 milimeter.
Dengan kondisi tersebut, status Gunungapi Sinabung masih berada pada Level III (Siaga).
Masyarakat, pengunjung maupun wisatawan diimbau tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang telah direlokasi. Aktivitas juga dilarang dalam radius radial 3 kilometer dari puncak Gunungapi Sinabung serta radius sektoral 6 kilometer ke arah selatan-tenggara.
Warga yang tinggal atau beraktivitas di sekitar sungai-sungai yang berhulu di Gunungapi Sinabung juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya lahar.
Baca Juga: Pabrik Sabun PT Evyap di KEK Sei Mangkei Terbakar
Pemerintah Kabupaten Karo diimbau terus berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta Pos Pengamatan Gunungapi Sinabung untuk mengikuti perkembangan aktivitas gunung tersebut.
Anak Pengungsi Dapat Trauma Healing
Di tengah situasi tersebut, perhatian juga diarahkan kepada kondisi psikologis anak-anak yang terdampak erupsi. Personel Polwan Polres Karo bersama Bhayangkari memberikan trauma healing kepada anak-anak pengungsi di Jambur Baru, Desa Sukatepu, Rabu (2/9/2026) malam.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk bermain, bercanda dan berinteraksi dalam suasana yang lebih santai. Langkah ini dilakukan untuk memberikan dukungan psikologis sekaligus membantu mengurangi rasa takut dan kecemasan setelah mereka harus meninggalkan rumah dan tinggal di lokasi pengungsian.
Kedatangan Polwan dan Bhayangkari disambut antusias. Suasana di lokasi pengungsian pun berubah lebih ceria ketika anak-anak mulai berinteraksi dan mengikuti kegiatan bersama personel kepolisian serta Bhayangkari.
Kasat Binmas Polres Karo AKP Taruli Silalahi mengatakan, trauma healing merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat terdampak bencana, khususnya anak-anak yang membutuhkan perhatian lebih dalam situasi darurat.
“Kita ingin anak-anak tetap ceria dan merasa aman meskipun saat ini berada di pengungsian. Kehadiran Polwan dan Bhayangkari diharapkan dapat memberikan semangat serta mengurangi rasa takut dan kecemasan yang mungkin mereka rasakan akibat erupsi Gunung Sinabung,” ujarnya.
Baca Juga: Nany Widjaja Wajib Tanggungjawab Kerugian PT JFC Rp 21 M hingga Harta Pribadi
Menurut Taruli, kebutuhan anak-anak dalam situasi bencana tidak hanya berkaitan dengan keamanan dan kebutuhan dasar. Mereka juga membutuhkan ruang untuk bermain dan berinteraksi secara positif agar kondisi psikologis tetap terjaga.
“Kita ingin mereka tahu bahwa mereka tidak sendiri. Ada Polri, Bhayangkari dan seluruh pihak yang peduli serta siap membantu selama mereka berada di pengungsian,” katanya.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Anak-anak terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan dan berinteraksi dengan para personel.
Taruli menambahkan, Polres Karo akan terus memberikan pendampingan kepada masyarakat di lokasi pengungsian sesuai kebutuhan.
“Semoga anak-anak tetap sehat, ceria dan tidak kehilangan semangat. Kita berharap kondisi Gunung Sinabung segera kembali normal sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti biasa,” pungkasnya.(deo/han)
Editor : Johan Panjaitan