Disdik Sumut Pastikan Bangun Ulang Dinding SMAN Unggulan Sukma Nias yang Tersenggol Excavator

Juli Rambe • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 12:00 WIB
TEMBOK: Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara angkat bicara terkait robohnya bagian tembok pada kawasan pembangunan SMAN Unggulan Sukma Nias di Desa Faekhu, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli. (Dok: Dinas Pendidikan Sumut)
TEMBOK: Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara angkat bicara terkait robohnya bagian tembok pada kawasan pembangunan SMAN Unggulan Sukma Nias di Desa Faekhu, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli. (Dok: Dinas Pendidikan Sumut)

 

MEDAN, SUMUT POS- Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara angkat bicara terkait robohnya bagian tembok pada kawasan pembangunan SMAN Unggulan Sukma Nias di Desa Faekhu, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli.

Bagian tembok yang mengalami kerusakan diketahui terkena bucket alat berat jenis excavator yang sedang melakukan pekerjaan penimbunan tanah di sekitar lokasi pembangunan.

Pegawai Dinas Pendidikan Sumut, Faisal, menjelaskan bagian tembok yang terdampak merupakan Dinding Penahan Tanah (DPT) yang masih dalam proses pembangunan.

Baca Juga: Erupsi Sinabung Tak Sebabkan Kerusakan Parah Lahan Pertanian di Karo

Saat alat berat melakukan aktivitas penimbunan, bucket excavator secara tidak sengaja mengenai bagian tembok tersebut hingga mengalami keretakan dan kemudian harus dibongkar.

"Bukan roboh tapi hanya retak bagian DPT-nya karena kena bucket excavator, yang di mana di area Asrama Putra itu sedang dilakukan pekerjaan penimbunan setinggi 2 meter," kata Faisal kepada awak media, Jumat (4/9/2026).

Menurutnya, kondisi lokasi pembangunan yang sedang dalam proses penimbunan membuat pengerjaan menggunakan alat berat menjadi cukup sulit. Material tanah yang ditimbun di sekitar area asrama putra mencapai ketinggian sekitar dua meter sehingga ruang gerak alat berat menjadi terbatas.

Akibat aktivitas tersebut, bucket excavator tidak sengaja mengenai bagian tembok yang baru selesai dikerjakan. Karena konstruksi tembok tersebut belum sepenuhnya kering atau mencapai kondisi akhir, benturan membuat bagian sepanjang puluhan meter mengalami kerusakan.

Faisal menyebut panjang tembok yang terdampak akibat tersenggol bucket excavator mencapai sekitar 32 meter.

"Pagar yang terkena bucket itu tetap akan dirobohkan dan akan dibangun kembali dengan kualitas yang sama dengan kontrak pembangunan," jelasnya.

Ia memastikan kerusakan tersebut tidak mengganggu keberlanjutan pembangunan SMAN Unggulan Sukma Nias. Pihak ketiga atau kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut akan bertanggung jawab untuk membangun kembali bagian tembok yang mengalami kerusakan.

Dinas Pendidikan Sumut juga telah melakukan koordinasi dengan pihak pengawas proyek untuk memastikan kondisi tersebut tidak menimbulkan persoalan terhadap keseluruhan pembangunan sekolah.

"Setelah kami koordinasi dengan pengawas, bahwa hal tersebut tidak menimbulkan masalah. Pihak ketiga akan membangun kembali tembok yang tidak sengaja roboh karena terkena alat berat saat melakukan penimbunan di sekitar lokasi," ujarnya.

Proyek revitalisasi SMAN Unggulan Sukma Nias sendiri merupakan salah satu pembangunan pendidikan dengan nilai anggaran cukup besar. Pembangunan tersebut menggunakan dana APBD Provinsi Sumatera Utara dengan nilai mencapai Rp87,34 miliar.

Kejadian kerusakan tembok tersebut diketahui terjadi pada 25 Agustus 2026. Dinas Pendidikan Sumut memastikan insiden itu tidak menghentikan proses pembangunan secara keseluruhan.

Pengawasan terhadap pekerjaan juga akan terus dilakukan melalui Cabang Dinas Pendidikan di wilayah terkait. Pengawasan tersebut mencakup kualitas pekerjaan, kesesuaian pembangunan dengan kontrak, hingga pelaksanaan pekerjaan di lapangan.(san/ram)

 

Editor : Juli Rambe
sman unggulan di nias tembok rubuh dinas pendidikan sumut