Empat Dusun di Besitang Langkat Terendam Banjir hingga Dua Meter, Air Berangsur Surut

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 16:15 WIB

Kondisi banjir yang berangsur surut di Desa Sekoci, Kecamatan Besitang, Langkat. (Istimewa/Sumut Pos)
Kondisi banjir yang berangsur surut di Desa Sekoci, Kecamatan Besitang, Langkat. (Istimewa/Sumut Pos)

 

STABAT, Sumutpos.jawapos.com – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Langkat memicu banjir di sejumlah wilayah. Di Kecamatan Besitang, empat dusun di Desa Sekoci bahkan sempat terendam dengan ketinggian air mencapai dua meter.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Langkat, Muhammad Ansyari, mengatakan wilayah terdampak meliputi Dusun I, Dusun Sidodadi, Dusun Pante Pulo, dan Dusun Sei Jambu.

Menurut Ansyari, banjir dipicu hujan berintensitas tinggi yang turun terus-menerus di sekitar Desa Sekoci dan wilayah hulu. Kondisi tersebut membuat debit sungai meningkat hingga akhirnya meluap ke permukiman warga.

Baca Juga: Fraksi Gerindra Binjai Soroti Pengelolaan Parkir, Curiga Ada Dugaan Kebocoran

Situasi diperparah oleh pasang tinggi air laut di kawasan muara sungai. Akibatnya, aliran air menuju laut tidak berjalan optimal dan sebagian air kembali meluap ke daratan.

“Air mulai memasuki permukiman sejak Minggu dini hari. Dan untuk saat ini air sudah surut,” kata Ansyari, Senin (7/9/2026).

228 KK Terdampak, Warga Sempat Mengungsi

Banjir sempat memaksa sejumlah warga meninggalkan rumah untuk mencari tempat yang lebih aman. Namun, kondisi yang berangsur membaik membuat masyarakat kini mulai kembali ke kediaman masing-masing.

BPBD Langkat memastikan tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, dampaknya cukup luas dengan sekitar 228 kepala keluarga (KK) terdampak.

“Tidak ada laporan korban jiwa, namun jumlah KK yang terdampak lebih kurang 228 KK,” ujar Ansyari.

Banjir juga terjadi di sejumlah kecamatan lain, yakni Padang Tualang, Sawit Seberang, dan Tanjung Pura. Namun, ketinggian air di wilayah tersebut relatif rendah dan hanya menggenangi bagian teras rumah warga.

BPBD Siagakan Perahu untuk Antisipasi Evakuasi

Meski air mulai surut, BPBD Langkat belum menurunkan kewaspadaan. Pemantauan kondisi lapangan terus dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan debit air kembali meningkat apabila hujan deras kembali mengguyur.

Tim BPBD juga telah turun ke lokasi dengan membawa bantuan logistik berupa sembako. Selain itu, perahu disiapkan apabila sewaktu-waktu diperlukan untuk mengevakuasi warga.

Koordinasi dilakukan bersama pemerintah desa dan kecamatan, kepolisian, TNI, serta puskesmas. Personel dan berbagai sarana pendukung juga disiapkan, mulai dari perahu karet, mobil tangki air hingga perlengkapan darurat.

Baca Juga: SSB Singalor Lau United Menang di Laga Perdana 8 Besar Piala Soeratin U-15 Sumut

“Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, polsek, koramil, dan puskesmas untuk kesiapan penanganan. Kami menyiapkan personel dan sarana prasarana untuk antisipasi evakuasi apabila kondisi memburuk,” jelas Ansyari.

BPBD Langkat juga mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama terhadap kemungkinan perubahan cuaca dan kenaikan debit air. Warga diminta bersiap melakukan evakuasi sewaktu-waktu apabila situasi kembali memburuk.

Untuk sementara, air yang sempat menggenangi empat dusun hingga dua meter mulai meninggalkan permukiman. Namun, kewaspadaan tetap menjadi kunci mengingat hujan di wilayah hulu dan kondisi pasang laut dapat kembali memengaruhi aliran air di kawasan tersebut.(ted/han)

Editor : Johan Panjaitan
dusun surut banjir besitang