BATUBARA, Sumutpos.jawapos.com-Banjir kembali menerjang kawasan pesisir Batu Bara. Kondisinya disebut semakin parah, terutama di Desa Gambus Laut dan Desa Lubuk Cuik, Kecamatan Lima Puluh Pesisir.
Persoalan tersebut bahkan dibawa ke ruang sidang DPRD Batu Bara. Ketua Fraksi Karya Pembangunan Nasional (KPN) DPRD Batu Bara, Ismar Komri, SS, melakukan interupsi dalam rapat paripurna, Selasa (8/9/2026) sore.
Ismar mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batu Bara tidak hanya mengandalkan laporan dari masyarakat. Menurutnya, pemerintah harus turun langsung untuk melihat kondisi warga sekaligus memastikan penanganan segera dilakukan.
Interupsi itu disampaikan saat Plt Sekdakab Batu Bara Rusian Heri mewakili Bupati Batu Bara menyampaikan nota jawaban Bupati atas pandangan akhir fraksi-fraksi DPRD terkait KUA/PPAS R-APBD Tahun Anggaran 2027.
Baca Juga: Plt Bupati Langkat Tiorita Gebrak Penertiban Aset, Seluruh Kendaraan Dinas Diperiksa
Rapat paripurna dipimpin Wakil Ketua DPRD Batu Bara Tengku Rodial dan dihadiri unsur Forkopimda Batu Bara.
Setelah mendapat izin pimpinan sidang, Ismar menyampaikan kondisi banjir yang terjadi di lapangan.
“Izin pimpinan, izin Pak Sekda. Melihat kondisi urgen hari ini, siang ini terjadi banjir hebat di Desa Gambus Laut dan Desa Lubuk Cuik, Kecamatan Lima Puluh Pesisir. Lebih parah dari yang terjadi pada bulan Agustus lalu,” kata Ismar.
Menurutnya, banjir tidak hanya merendam permukiman warga. Sejumlah akses jalan juga ikut terendam sehingga mengganggu mobilitas dan aktivitas masyarakat.
“Kondisi ini menenggelamkan akses jalan dan permukiman penduduk. Lewat paripurna ini, kami meminta supaya Pemerintah Batu Bara turun ke lapangan, agar apa yang diminta masyarakat itu bisa segera ditindaklanjuti,” tegasnya.
Titi Penghubung Guntung-Pantai Sejarah Ambruk
Selain banjir, Ismar turut menyoroti kerusakan infrastruktur di Desa Guntung. Titi jalan penghubung Desa Guntung menuju Pantai Sejarah, tepatnya di kawasan TPI Guntung, dilaporkan ambruk.
Kerusakan tersebut berdampak terhadap akses jalan utama yang digunakan masyarakat. Ismar meminta Pemkab Batu Bara segera menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk melakukan penanganan.
Baca Juga: Bobby Nasution Persilahkan Pengobatan Tradisional untuk Siswan Dugaan Keracunan MBG di Karo
“Ada titi jalan penghubung antara Desa Guntung ke Pantai Sejarah di TPI Guntung yang mengalami rubuh sehingga menghalangi akses jalan utama. Kami harapkan tolong diperintahkan Dinas PUPR Batu Bara untuk melakukan perawatan,” ujarnya.
Bagi Ismar, kondisi banjir dan kerusakan infrastruktur tersebut membutuhkan respons cepat. Ia berharap pemerintah daerah tidak menunggu persoalan berkembang menjadi lebih serius sebelum mengambil tindakan.
Menurutnya, laporan dari masyarakat harus segera diikuti dengan pengecekan langsung dan langkah konkret di lapangan.
“Jangan tunggu kondisi semakin parah. Pemerintah harus melihat langsung apa yang dialami masyarakat,” pungkasnya.(lib/han)
Editor : Johan Panjaitan