MEDAN, SUMUT POS- Anggota Komisi E DPRD Sumatera Utara, Ahmad Darwis, meminta semua pihak tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa gangguan ingatan yang dialami salah seorang siswa korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo disebabkan langsung oleh keracunan makanan.
Menurut Darwis, hingga saat ini belum terdapat bukti medis yang cukup untuk memastikan hubungan sebab-akibat antara peristiwa keracunan dengan kondisi gangguan ingatan atau amnesia yang dilaporkan dialami korban.
“Belum bisa dipastikan bahwa keracunan tersebut menyebabkan amnesia. Ini poin yang sangat penting,” kata Darwis saat memberikan keterangannya kepada Sumut Pos, Rabu (9/9/2026).
Baca Juga: Sutarto Desak Pemerintah Prioritaskan Penanganan Febiola Purba
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul munculnya laporan mengenai kondisi seorang siswa bernama Febiola Purba yang disebut mengalami gangguan ingatan setelah mengalami kejang. Keluarga korban sebelumnya melaporkan bahwa Febiola sempat tidak mengenali beberapa anggota keluarganya setelah mengalami kejang.
Namun, Darwis mengatakan, informasi mengenai kondisi korban juga perlu dilihat dari hasil pemantauan tenaga kesehatan dan pihak yang mendampingi korban selama menjalani perawatan.
Menurutnya, pihak KPPG maupun Badan Gizi Nasional (BGN) yang mendampingi korban di RS Haji melaporkan bahwa Febiola masih dapat berkomunikasi dengan baik. Bahkan, korban disebut mampu menceritakan pengalaman yang dialaminya.
“Pihak KPPG/BGN menyatakan saat mereka mendampingi korban di RS Haji, korban dapat berkomunikasi dengan baik dan menceritakan pengalamannya,” ujarnya.
Selain itu, pemeriksaan terhadap kondisi neurologis korban juga telah dilakukan. Darwis menyebut pemeriksaan electroencephalography (EEG) di RSUP H Adam Malik dilaporkan menunjukkan hasil normal.
“Pemeriksaan EEG di RSUP H. Adam Malik juga dilaporkan normal, sehingga penyebab gangguan tersebut masih perlu pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut menilai, kondisi kejang yang kemudian disertai gangguan ingatan memang perlu mendapatkan perhatian serius. Namun, kondisi tersebut tidak dapat serta-merta dijadikan bukti bahwa gangguan ingatan merupakan dampak langsung dari keracunan makanan.
Secara medis, gangguan kesadaran maupun fungsi ingatan dapat dipengaruhi oleh berbagai kondisi. Gangguan elektrolit berat, kekurangan oksigen, paparan toksin tertentu, hingga gangguan pada sistem saraf dapat memengaruhi fungsi otak. Karena itu, diperlukan pemeriksaan dan penilaian dokter untuk menentukan penyebab yang sebenarnya.
Dengan demikian, menurut Darwis, penyampaian informasi mengenai kondisi korban harus dilakukan secara hati-hati agar tidak menimbulkan kesimpulan medis yang belum terbukti.
“Korban dilaporkan mengalami gangguan ingatan setelah keracunan MBG, tetapi hubungan sebab-akibat antara keracunan dan gangguan ingatan tersebut masih harus dibuktikan secara medis,” tegasnya.
Darwis menambahkan, pemerintah dan pihak terkait tetap harus memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan kesehatan secara menyeluruh. Tidak hanya keluhan fisik yang muncul setelah dugaan keracunan, tetapi juga kondisi neurologis maupun psikologis para siswa yang terdampak.
Menurut dia, setiap keluhan lanjutan yang dialami korban harus dicatat dan ditindaklanjuti melalui pemeriksaan medis yang memadai. Hal ini penting untuk mengetahui apakah keluhan tersebut berkaitan dengan kejadian keracunan atau memiliki penyebab medis lainnya.
“Yang terpenting sekarang adalah korban mendapatkan pemeriksaan dan penanganan secara menyeluruh. Jangan sampai kita langsung menyimpulkan penyebab sebelum ada hasil pemeriksaan medis yang jelas,” ujarnya.
Sejauh informasi yang telah terverifikasi, Febiola Purba merupakan satu-satunya korban yang secara terbuka dilaporkan mengalami gangguan ingatan setelah kejadian dugaan keracunan MBG di Kabupaten Karo.
Karena itu, informasi mengenai korban yang mengalami amnesia perlu ditempatkan sebagai laporan gangguan ingatan yang masih membutuhkan pembuktian medis, bukan sebagai kesimpulan bahwa keracunan MBG telah menyebabkan amnesia.(san/ram)
Editor : Juli Rambe