Waspada Cuaca Ekstrem, Pemkab Langkat Terbitkan Surat Edaran dan Siagakan Pusdalops 24 Jam

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 22:48 WIB

Banjir yang merendam Kabupaten Langkat, belum lama ini, kini sudah berangsur surut. (BPBD Langkat/Sumut Pos)
Banjir yang merendam Kabupaten Langkat, belum lama ini, kini sudah berangsur surut. (BPBD Langkat/Sumut Pos)

 

LANGKAT, Sumutpos.Jawapos.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi cuaca ekstrem. Surat edaran kesiapsiagaan telah diterbitkan, disertai penguatan koordinasi lintas instansi serta penyebaran nomor layanan darurat kepada masyarakat.

Melalui surat edaran tersebut, Pemkab Langkat mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, angin kencang, longsor hingga gelombang pasang. Warga juga diminta menghindari kawasan yang dikenal rawan bencana dan membatasi aktivitas di luar rumah ketika kondisi cuaca membahayakan.

Untuk mempercepat penanganan apabila terjadi keadaan darurat, masyarakat dapat menghubungi Pusdalops BPBD Langkat di 0811-6571-117 atau call center 112.

Baca Juga: Website Ini Bisa Pantau Arah Sebaran Abu Vulkanik Real-Time

Pemkab Langkat juga mengajak masyarakat memperkuat kesiapsiagaan dari lingkungan masing-masing. Warga diminta bergotong royong membersihkan saluran air dan drainase serta tidak menggunakan api untuk membuka atau membersihkan lahan perkebunan, pertanian maupun lingkungan sekitar.

Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti menegaskan, pemerintah daerah tidak ingin penanganan bencana dilakukan setelah dampaknya meluas. Upaya antisipasi dan kesiapsiagaan harus dilakukan sejak dini.

“Pertama, BPBD bersama perangkat daerah diminta meningkatkan pemantauan di wilayah rawan banjir, khususnya bantaran sungai dan kawasan rendah,” ungkap Tiorita dalam keterangan tertulisnya, Rabu (9/9/2026).

Menurutnya, sistem peringatan dini juga harus berjalan optimal. Informasi kepada masyarakat mengenai peningkatan debit air atau kondisi berbahaya harus disampaikan secara cepat dan jelas agar warga memiliki waktu untuk menyelamatkan diri maupun harta benda.

Selain itu, Pemkab Langkat memastikan kesiapan personel dan berbagai sarana pendukung, mulai dari peralatan evakuasi, kendaraan operasional, posko, lokasi pengungsian, pangan, obat-obatan hingga kebutuhan dasar lainnya.

Camat, kepala desa dan lurah juga diminta memperkuat komunikasi dengan masyarakat di wilayah masing-masing. Hal itu dinilai penting agar tidak ada warga yang terlambat menerima informasi maupun bantuan ketika bencana terjadi.

Baca Juga: Polres Dairi Ungkap Curas terhadap Dokter di Sidikalang, Tersangka Ternyata Pernah Jadi Pasien

Pemkab Langkat turut meminta TNI dan Polri terus bersinergi dalam penanganan bencana, khususnya untuk pengamanan, evakuasi, pengaturan lalu lintas di ruas jalan terdampak serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Pemerintah daerah tidak boleh menunggu sampai bencana menjadi lebih besar. Langkah antisipasi, kesiapsiagaan, koordinasi, dan respons cepat harus kita lakukan secara bersama-sama,” tegas Tiorita.

Pohon Rawan Tumbang Dipangkas

Sebagai bagian dari langkah mitigasi, Tiorita juga menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Langkat segera melakukan pemangkasan pohon-pohon tinggi di kawasan perkantoran yang berpotensi tumbang ketika diterpa angin kencang.

Menurutnya, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas dalam menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.

Tiorita juga mengajak unsur Forkopimda, perangkat daerah, pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan, serta masyarakat memperkuat kebersamaan dalam menghadapi potensi bencana.

“Kita bersama-sama menjaga Kabupaten Langkat agar tetap aman, tanggap, dan siap menghadapi berbagai kemungkinan bencana demi melindungi masyarakat serta menjaga stabilitas dan kesejahteraan di Negeri Bertuah,” ujarnya.

Tujuh Kecamatan Sempat Terendam Banjir

Kesiapsiagaan tersebut bukan tanpa alasan. Sejumlah wilayah di Kabupaten Langkat sebelumnya dilanda banjir. Meski demikian, kondisi banjir kini dilaporkan berangsur surut.

Berdasarkan laporan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana, terdapat tujuh kecamatan yang terendam banjir per Selasa (8/9/2026). Selain banjir, bencana longsor juga terjadi di Kecamatan Sei Bingai dan Salapian.

Sekretaris Daerah (Sekda) Langkat Amril mengatakan, banjir dipicu tingginya curah hujan di wilayah hulu Sungai Batang Serangan selama dua hari berturut-turut.

“Banjir dipicu tingginya curah hujan di wilayah hulu Sungai Batang Serangan selama dua hari berturut-turut,” ungkap Amril.

Baca Juga: POBSI Sumut Pimpin Perolehan Medali Kejurnas Biliar 2026

Curah hujan tersebut menyebabkan debit air meningkat dan meluap hingga menggenangi permukiman warga di sejumlah wilayah yang dilalui aliran sungai. Rumah-rumah warga yang berada di sekitar bantaran sungai menjadi salah satu kawasan yang terdampak.

Pemkab Langkat kemudian melakukan sejumlah langkah penanganan. Di antaranya menyalurkan 20 paket bantuan sembako kepada warga terdampak di Kecamatan Padang Tualang dan Tanjung Pura.

Pemerintah daerah juga menyediakan perahu fiber untuk mendukung mobilitas warga. Dua unit perahu fiber dipinjamkan untuk membantu aktivitas masyarakat di Desa Tebing Tanjung Selamat, Kecamatan Padang Tualang, serta Pekan Tanjung Pura, Kecamatan Tanjung Pura.

Selain itu, sebanyak 15 unit geobag telah disalurkan di Kecamatan Tanjung Pura. Pemkab Langkat juga menyiapkan personel dan berbagai sarana prasarana darurat, seperti perahu karet, mobil tangki air serta perlengkapan evakuasi untuk mengantisipasi kemungkinan kondisi memburuk.

“Posko Pusdalops BPBD Kabupaten Langkat tetap bersiaga 24 jam dan terus berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk memperkuat penanganan bencana,” pungkas Amril.(ted/han)

Editor : Johan Panjaitan
Pemkab Langkat surat edaran antisipasi banjir cuaca ekstrem