TEBINGTINGGI, Sumutpos.jawapos.com – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tebingtinggi menjadi lebih dari sekadar kegiatan keagamaan. Momentum tersebut dimanfaatkan sebagai ruang pembinaan spiritual bagi warga binaan untuk memperkuat iman, melakukan introspeksi, dan menyiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik.
Kegiatan yang digelar Kamis (10/9/2026) itu berlangsung khidmat. Jajaran petugas bersama warga binaan mengikuti rangkaian acara dengan penuh kekhusyukan.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT serta meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Sejumlah unsur Forkopimda dan instansi terkait turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya, Kabag Kesra Tebingtinggi Azanul Akbar Lubis yang mewakili Wali Kota Tebingtinggi, Kalapas Kelas IIB Tebingtinggi Bahtiar Sembiring, serta perwakilan dari kepolisian, kejaksaan, pengadilan, Kementerian Agama, BNN, TNI, Brimob, dan sejumlah instansi lainnya.
Baca Juga: Manchester United Vs Sabah FK: Setan Merah Diuji di Eropa, Pertahanan Jadi Sorotan
Kalapas Kelas IIB Tebingtinggi Bahtiar Sembiring mengatakan, kegiatan keagamaan menjadi bagian penting dalam proses pembinaan kepribadian warga binaan.
Melalui peringatan Maulid Nabi, warga binaan diharapkan dapat mengisi masa pembinaan dengan kegiatan yang positif sekaligus membangun kekuatan mental dan spiritual.
“Kegiatan seperti ini dapat memberikan manfaat bagi warga binaan dan menjadi bagian dari proses pembinaan, sehingga nantinya mereka dapat kembali ke masyarakat dengan kondisi yang lebih baik,” ujarnya.
Menurut Bahtiar, masa pembinaan harus dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk melakukan perubahan. Bukan hanya menjalani konsekuensi atas perbuatan masa lalu, tetapi juga membangun bekal untuk menghadapi kehidupan setelah kembali ke tengah masyarakat.
Baca Juga: Polres Palas Dorong Legalitas Tambang Emas Ulu Barumun, Pembeking PETI Diancam Diproses
Pesan serupa disampaikan Al-Ustadz Drs. Mulkan Azima dalam tausiyahnya. Dia mengajak seluruh warga binaan menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam menjalani kehidupan.
Menurutnya, setiap manusia memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri. Karena itu, masa menjalani pembinaan di Lapas tidak semestinya hanya dipandang sebagai masa menjalani hukuman.
Sebaliknya, kondisi tersebut dapat menjadi ruang untuk melakukan introspeksi, memperkuat mental dan spiritual, serta membangun tekad untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga salat lima waktu dan menjadikan ibadah sebagai bagian dari proses perubahan diri.
Bagi warga binaan, pesan tersebut menjadi pengingat bahwa masa lalu tidak harus menentukan masa depan. Perubahan tetap terbuka selama ada kemauan untuk memperbaiki diri dan membangun kehidupan yang lebih baik.
Rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kemudian ditutup dengan doa bersama. Seluruh kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhidmatan. (zan/han)
Editor : Johan Panjaitan