BATUBARA, Sumutpos.jawapos.com – Kondisi Irigasi Primer Daerah Irigasi Perkotaan di Desa Pasar 8, Kecamatan Air Putih, menjadi perhatian Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si.
Baharuddin turun langsung meninjau kondisi saluran irigasi tersebut, Sabtu (12/9/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi infrastruktur yang memiliki peran penting dalam menopang kebutuhan pengairan pertanian masyarakat.
Di lapangan, Bupati menilai sejumlah bagian saluran membutuhkan perhatian dan penanganan agar fungsi irigasi tetap terjaga. Menurutnya, perbaikan infrastruktur tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak, melainkan membutuhkan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Batu Bara, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan pemerintah pusat.
“Ini membutuhkan perhatian dan penanganan bersama. Karena itu, kita perlu membangun sinergi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat agar infrastruktur irigasi ini mendapat penanganan maksimal,” ujar Baharuddin.
Dorong Penurapan Saluran
Salah satu langkah yang didorong Bupati adalah penurapan pada bagian saluran yang rawan mengalami pengikisan.
Baca Juga: Kamar Tidur Sempit Bisa Terlihat Mewah! Coba 6 Trik Sederhana Ini
Penurapan dinilai penting untuk memperkuat struktur saluran sekaligus mengurangi risiko kerusakan akibat erosi. Dengan kondisi saluran yang lebih kokoh, fungsi irigasi diharapkan dapat dipertahankan dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Baharuddin menegaskan, penguatan infrastruktur irigasi memiliki kaitan langsung dengan keberlangsungan sektor pertanian. Saluran pengairan yang terjaga akan membantu memastikan kebutuhan air bagi lahan pertanian masyarakat tetap terpenuhi.
Namun, menurutnya, kawasan tersebut tidak harus berhenti pada fungsi irigasi semata.
Bisa Dikembangkan Jadi Rekreasi Air
Baharuddin melihat adanya potensi lain yang dapat dikembangkan di kawasan Irigasi Primer Desa Pasar 8. Jika ditata dengan baik, kawasan tersebut dinilai berpeluang menjadi ruang publik sekaligus lokasi rekreasi air bagi masyarakat.
“Kalau nantinya bisa diturap, selain untuk menjaga agar tidak terus terkikis, kawasan ini juga memiliki potensi untuk kita tata menjadi tempat rekreasi air. Tentunya tetap dengan memperhatikan fungsi utama irigasi,” jelasnya.
Baca Juga: Pelantikan PD Al-Washliyah Batu Bara: Serukan Menjaga Akidah dan Moral di Era AI
Gagasan tersebut menempatkan infrastruktur irigasi tidak hanya sebagai sarana pendukung pertanian, tetapi juga sebagai aset yang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Meski demikian, pengembangan kawasan sebagai ruang rekreasi tetap harus mempertahankan fungsi utama saluran sebagai infrastruktur pengairan. Aspek keamanan, kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sistem irigasi menjadi hal yang perlu diperhatikan.
Bupati berharap sinergi lintas pemerintahan dapat segera terbangun sehingga kondisi Irigasi Primer Daerah Irigasi Perkotaan di Desa Pasar 8 semakin baik. Dengan begitu, infrastruktur tersebut dapat terus menopang produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang baru bagi masyarakat melalui pengembangan ruang rekreasi air. (lib/han)
Editor : Johan Panjaitan