BINJAI, Sumutpos.jawapos.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Binjai memperketat pengawasan internal untuk memastikan lingkungan pemasyarakatan tetap bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar tes urine secara mendadak terhadap seluruh petugas, akhir pekan lalu. Pemeriksaan menyasar seluruh jajaran, mulai dari pejabat struktural hingga petugas pelaksana.
Kalapas Binjai Mochamad Mukaffi mengatakan, tes urine tersebut merupakan bagian dari deteksi dini sekaligus bentuk komitmen untuk menutup ruang terhadap penyalahgunaan narkotika di lingkungan Lapas.
“Pelaksanaan tes urine merupakan bentuk komitmen bersama seluruh jajaran untuk tidak memberikan ruang terhadap penyalahgunaan narkotika di lingkungan Lapas. Kami berkomitmen untuk tidak memberikan ruang terhadap penyalahgunaan narkotika, termasuk kepada petugas di lingkungan Lapas Kelas IIA Binjai,” tegas Mukaffi, Senin (14/9/2026).
Baca Juga: Pengembangan Kasus Penganiayaan di Langkat, Tersangka Diduga Terlibat Rebutan Proyek Diciduk
Menurutnya, pemeriksaan tersebut tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga menjadi instrumen pengawasan internal untuk memastikan seluruh petugas menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.
“Kegiatan ini merupakan agenda rutin dan berkelanjutan sebagai bagian dari pengawasan internal,” sambungnya.
Libatkan Ditjenpas Sumut
Untuk memastikan pemeriksaan berjalan objektif, transparan, dan akuntabel, proses pengambilan hingga pemeriksaan sampel dilakukan dengan pengawasan ketat. Lapas Binjai turut melibatkan petugas dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sumatera Utara.
Keterlibatan pihak eksternal internal tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan proses pemeriksaan berlangsung sesuai prosedur dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.
Hasilnya, seluruh sampel yang diperiksa dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkotika.
Baca Juga: Nama Taylor Swift Diabadikan Jadi Nama Genus Serangga Baru dari Australia
Mukaffi menyebut hasil tersebut sebagai indikator positif sekaligus penguat komitmen seluruh jajaran Lapas Binjai dalam mendukung program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
“Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap seluruh sampel yang diambil, seluruh peserta dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkotika. Hasil tersebut menjadi indikator positif sekaligus memperkuat komitmen jajaran Lapas Binjai dalam mendukung program P4GN,” ujarnya.
Pelaksanaan pemeriksaan berlangsung tertib, aman, dan lancar. Bagi Mukaffi, hasil negatif seluruh petugas menjadi modal penting untuk terus membangun budaya kerja yang bersih sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap jajaran pemasyarakatan.
Pengawasan Bakal Diperkuat
Meski seluruh petugas dinyatakan negatif, Lapas Binjai tidak menjadikan hasil tersebut sebagai alasan untuk mengendurkan pengawasan.
Sebaliknya, pemeriksaan secara rutin dan berkelanjutan akan terus dilakukan sebagai langkah preventif untuk mendeteksi sedini mungkin potensi penyalahgunaan narkotika yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.
Baca Juga: Leeds vs Newcastle United: The Magpies Lebih Diunggulkan
“Hasil ini menjadi bukti nyata bahwa jajaran Lapas Binjai konsisten dalam menjaga lingkungan yang aman, tertib, dan bebas dari narkoba,” tegasnya.
“Kami akan terus memperkuat pengawasan serta pembinaan guna mendukung terciptanya pemasyarakatan yang bersih dan berintegritas,” pungkas Mukaffi.(ted/han)
Editor : Johan Panjaitan