Longsor Meluas, Jalan Penghubung Tiga Desa di Langkat Terancam Putus

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 14:45 WIB
Jalan penghubung tiga desa yang longsor dan terancam putus.(Foto dari masyarakat/Sumut Pos)
Jalan penghubung tiga desa yang longsor dan terancam putus.(Foto dari masyarakat/Sumut Pos)

 

LANGKAT, Sumutpos.jawapos.com – Curah hujan berintensitas tinggi kembali memicu ancaman terhadap infrastruktur di Kabupaten Langkat. Setelah ruas Jalan Alternatif Langkat-Karo terdampak longsor, kini kondisi serupa terjadi di Kecamatan Salapian.

Ruas jalan yang menghubungkan sejumlah wilayah di Kecamatan Salapian itu kini terancam putus. Longsor yang terus meluas membuat akses menuju Dusun Telko, Desa Pamah Tambunan, hingga Desa Ujung Bandar semakin sulit dilalui.

Bahkan, kendaraan roda empat sudah tidak dapat melintas karena badan jalan nyaris terputus.

Kepala Desa Perkebunan Tambunan, Egid, mengatakan longsor di lokasi tersebut sebenarnya telah terjadi sejak Juli 2026. Namun, kondisi semakin parah setelah hujan deras kembali mengguyur wilayah tersebut pada Sabtu (12/9/2026).

“ Sebenarnya longsor sudah terjadi sekitar bulan Juli 2026. Pada hari Sabtu (12/9/2026), longsor melebar atau meluas, mengakibatkan jalan nyaris putus sehingga tidak dapat dilalui kendaraan roda empat,” kata Egid, Senin (14/9/2026).

Baca Juga: Peringati HAORNAS ke-43, Pemkab Padang Lawas Beri Penghargaan untuk Atlet Berprestasi

Menurutnya, Pemerintah Desa Perkebunan Tambunan telah berkoordinasi dengan perangkat Kecamatan Salapian terkait kondisi tersebut. Pihak desa juga telah mengajukan proposal kepada PT Kinar Lapiga untuk meminta dukungan penanganan longsor.

Namun, hingga kini belum ada jawaban dari pihak perusahaan.

Karena kondisi jalan semakin mengkhawatirkan, Pemerintah Desa Perkebunan Tambunan bersama Desa Pamah Tambunan dan Desa Ujung Bandar berencana bertemu dengan manajemen PT Kinar Lapiga. Pertemuan itu akan membahas langkah penanganan dan penanggulangan longsor.

Egid menjelaskan, ruas jalan tersebut memiliki peran penting bagi aktivitas masyarakat. Selain menjadi akses penghubung antardesa, jalan itu juga digunakan masyarakat Desa Ujung Bandar dan Desa Pamah Tambunan untuk mengangkut tandan buah segar (TBS) kelapa sawit.

“Informasi dari Camat Salapian, alat berat dari PUTR Kabupaten Langkat akan dibawa ke lokasi longsor untuk penanggulangan longsor tersebut agar dapat dilalui kendaraan roda empat,” ujarnya.

Baca Juga: Revoada dos Guarás, Fenomena Ribuan Ibis Merah yang Mengubah Hutan Bakau Brasil seperti Lautan Bunga

Terkait laporan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Langkat, Egid mengatakan informasi mengenai bencana tersebut telah disampaikan melalui Pemerintah Kecamatan Salapian.

Alat Berat Segera Dikerahkan

Terpisah, Camat Salapian Ramlan Tarigan membenarkan kondisi longsor yang mengancam akses masyarakat tersebut.

Ramlan mengatakan Pemerintah Kecamatan Salapian telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Langkat untuk mempercepat penanganan di lokasi.

“Sudah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Langkat. Alat berat dari PUTR Kabupaten Langkat segera meluncur ke lokasi longsor untuk penanggulangan,” kata Ramlan.

Langkah pengerahan alat berat diharapkan dapat membuka kembali akses kendaraan roda empat sekaligus mencegah gangguan yang lebih luas terhadap mobilitas masyarakat di tiga wilayah yang bergantung pada ruas jalan tersebut. (ted/han)

Editor : Johan Panjaitan
salapian penghubung putus jalan longsor