30 Siswa SMKN 1 Merdeka Masih Dirawat Usai Santap MBG

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 12:22 WIB
JENGUK: Kepala SMKN Merdeka, Mbina Bangun (kemeja hitam) menjenguk siswanya yang dirawat di rumah sakit. (Foto istimewa)
JENGUK: Kepala SMKN Merdeka, Mbina Bangun (kemeja hitam) menjenguk siswanya yang dirawat di rumah sakit. (Foto istimewa)

 

KARO, Sumutpos.jawapos.com – Sebanyak 30 siswa SMKN 1 Merdeka, Desa Jaranguda, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Amanda Berastagi, Selasa (15/9) siang.

Puluhan siswa tersebut sebelumnya dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami sejumlah keluhan kesehatan yang diduga muncul usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah, Senin (14/9) sore.

Total terdapat 35 siswa yang mendapat penanganan medis di RS Amanda. Dari jumlah tersebut, lima siswa telah diperbolehkan pulang dan melanjutkan perawatan secara rawat jalan. Sementara 30 siswa lainnya masih berada di bawah pengawasan tim medis.

Kepala SMKN 1 Merdeka Mbina Bangun membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, keluhan mulai dirasakan para siswa setelah menyantap menu MBG yang disuplai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cinta Rakyat, Kecamatan Merdeka.

“Semalam murid SMKN 1 Merdeka dirawat di Rumah Sakit Amanda sebanyak 35 orang. Tadi malam lima orang sudah bisa pulang untuk mendapatkan perawatan jalan,” ujar Mbina Bangun saat dikonfirmasi, Selasa siang.

Baca Juga: Musim Hujan, 5 Makanan Ini Sebaiknya Jangan Sembarangan Dikonsumsi

“Saat ini tinggal 30 murid yang dirawat di Rumah Sakit Amanda,” sambungnya.

Pihak sekolah, kata Mbina, terus memantau kondisi seluruh siswa yang terdampak. Pengawasan tidak hanya dilakukan terhadap mereka yang masih menjalani perawatan di rumah sakit, tetapi juga siswa yang telah diperbolehkan pulang.

“Ini juga masih kita cek kondisi siswa yang telah diizinkan pulang,” tandasnya.

Keluhan Muncul Usai Pulang Sekolah

Salah seorang siswa yang masih menjalani perawatan mengungkapkan sejumlah keluhan yang dialaminya setelah menyantap menu MBG.

Ia mengaku mengalami sakit perut, pusing, hingga rasa gatal pada bagian kelopak mata. Keluhan tersebut dirasakan setelah dirinya pulang dari sekolah.

“Menu yang kami makan ikan goreng dan sambal hijau campur terasi. Setelah pulang sekolah, tiba-tiba kami dan siswa lain serentak sakit. Ada juga yang bibirnya bengkak,” ungkapnya.

Baca Juga: Liverpool Vs Tottenham: Robbo Hadapi Sang Pengganti

Keluhan yang muncul secara bersamaan itu membuat para siswa kemudian dibawa untuk mendapatkan penanganan medis di RS Amanda Berastagi.

Meski demikian, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa masih menunggu pemeriksaan dan penelusuran lebih lanjut. Dugaan keracunan setelah menyantap menu MBG juga belum dapat dipastikan sebagai penyebab sebelum hasil pemeriksaan keluar.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas (Kacabdis) Pendidikan Wilayah IV Provinsi Sumatera Utara, Zulkarnain Barus, membenarkan adanya kejadian tersebut.

Baca Juga: Elche vs Real Madrid: Wajib Menang! Los Blancos Bisa Tempel Barcelona di Puncak

Pihaknya masih melakukan pendataan terhadap siswa yang terdampak sekaligus memantau perkembangan kondisi kesehatan mereka.

Hingga Selasa siang, 30 siswa masih menjalani perawatan di RS Amanda Berastagi, sementara lima siswa lainnya telah diperbolehkan pulang untuk menjalani rawat jalan.(deo/han)

Editor : Johan Panjaitan
dirawat smkn 1 mederka santap mbg keracunan