Cegah Stunting, Pemkab Paluta Aktifkan Posyandu hingga Pelosok Desa

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 08:39 WIB
Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Padang Lawas Utara, Refina Reski Basyah Harahap saat Acara Gelar Gerakan Posyandu Aktif di Batang Onang, Rabu 16 September 2026. (Mitra Harahap/Sumut Pos)
Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Padang Lawas Utara, Refina Reski Basyah Harahap saat Acara Gelar Gerakan Posyandu Aktif di Batang Onang, Rabu 16 September 2026. (Mitra Harahap/Sumut Pos)

 

PALUTA, Sumutpos.jawapos.com– Upaya Pemerintah Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) menekan angka stunting terus diperkuat. Tak hanya mengandalkan layanan kesehatan di fasilitas medis, pemkab juga mendorong Posyandu menjadi garda terdepan dalam mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Gerakan Posyandu Aktif yang digelar di Desa Tumbu Jati, Kecamatan Batang Onang, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan yang digelar secara rutin setiap bulan itu dihadiri Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Paluta, Refina Reski Basyah Harahap. Turut hadir jajaran Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), Ketua Dharma Wanita Persatuan Paluta, serta para Ketua Pembina Posyandu Kecamatan se-Kabupaten Paluta.

Baca Juga: Fenomena Unik, Sejumlah Negara Gunakan Bahasa Indonesia untuk Papan Informasi

Dalam arahannya, Refina menegaskan Gerakan Posyandu Aktif dilaksanakan secara bergilir di 12 kecamatan. Pola tersebut dirancang agar pelayanan kesehatan dasar tidak berhenti di pusat pemerintahan, tetapi benar-benar menjangkau masyarakat hingga pelosok desa.

Menurutnya, pemerataan layanan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak sekaligus memperkuat pencegahan stunting sejak dini.

"Posyandu hadir untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, terutama bagi ibu hamil, bayi, dan balita. Pemantauan sejak masa kehamilan sangat penting sebagai ikhtiar kita bersama dalam mencegah stunting dan memastikan anak-anak Paluta tumbuh sehat serta bergizi baik," ujar Refina.

Ia juga menyampaikan salam dari Bupati Paluta yang tidak dapat hadir karena menjalankan agenda pemerintahan lainnya.

Pada kesempatan itu, Refina mengingatkan para orang tua agar tidak pasif dalam memantau tumbuh kembang anak. Orang tua diminta rutin membawa anak ke Posyandu untuk mendapatkan imunisasi dan pemeriksaan pertumbuhan.

Jika membutuhkan penanganan medis di luar jadwal Posyandu, masyarakat juga diimbau memanfaatkan layanan Puskesmas terdekat.

Baca Juga: World Atopic Eczema Day, Kenali Eksim Atopik yang Tak Sekadar Masalah Kulit

Pesan tersebut menegaskan bahwa pencegahan stunting bukan semata-mata tanggung jawab tenaga kesehatan. Peran keluarga dan partisipasi masyarakat menjadi bagian penting untuk memastikan tumbuh kembang anak terpantau sejak masa kehamilan hingga usia balita.

Sementara itu, Camat Batang Onang Asmar Hidayat Siregar, S.STP., menyambut positif pelaksanaan Gerakan Posyandu Aktif di Desa Tumbu Jati.

Menurutnya, kehadiran langsung jajaran Tim Pembina Posyandu Kabupaten Paluta di tengah masyarakat menjadi dorongan tersendiri bagi kader maupun warga untuk semakin aktif memanfaatkan layanan Posyandu.

"Kehadiran Ibu Ketua Tim Pembina Posyandu di tengah-tengah masyarakat Batang Onang memberikan semangat baru. Posyandu merupakan pelayanan dasar yang menyentuh langsung kehidupan warga, sehingga partisipasi aktif masyarakat sangat kunci dalam menyukseskan program pemkab ini," kata Asmar.

Baca Juga: Tom Holland Cetak Rekor Hollywood, Jadi Salah Satu Aktor dengan Box Office Terbesar Sepanjang Masa

Asmar juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Puskesmas Batang Onang, Kepala Desa Tumbu Jati, para kader Posyandu, serta seluruh pihak yang ikut berkolaborasi dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Gerakan Posyandu Aktif di Desa Tumbu Jati berlangsung tertib dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Para ibu bersama balita memanfaatkan berbagai layanan pemeriksaan kesehatan dasar yang tersedia.

Melalui gerakan tersebut, Pemkab Paluta berupaya memastikan Posyandu tidak sekadar menjadi agenda rutin bulanan. Lebih dari itu, Posyandu didorong menjadi pintu terdekat bagi masyarakat untuk memantau kesehatan ibu dan anak sekaligus memperkuat langkah pencegahan stunting dari tingkat desa.(mit/han)

Editor : Johan Panjaitan
gerakan posyandu aktif pelosok desa fasilitas medis Pemkab Paluta