Antrean Mengular Sejak Subuh, Pertalite dan Solar di Paluta Ludes Sebelum Siang

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 13:45 WIB
Antri panjang sejak subuh di salah satu Pertamina di Gunung Tua, Kamis 17 September 2026. (Mitra Harahap)
Antri panjang sejak subuh di salah satu Pertamina di Gunung Tua, Kamis 17 September 2026. (Mitra Harahap)

 

PALUTA, Sumutpos.jawapos.com-Kelangkaan BBM jenis Pertalite dan Solar di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) semakin dikeluhkan masyarakat. Antrean kendaraan yang mengular hingga ratusan meter menjadi pemandangan di sejumlah SPBU.

Sejak subuh, warga mulai memadati SPBU demi mendapatkan bahan bakar. Namun, panjangnya antrean tak menjamin pengendara memperoleh BBM. Pasokan disebut telah habis sekitar pukul 10.00 WIB.

Kondisi itu membuat warga yang sudah berjam-jam menunggu terpaksa pulang tanpa membawa BBM. Antrean panjang pun berubah menjadi persoalan yang berulang bagi masyarakat yang bergantung pada Pertalite dan Solar untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Diduga Ada Pembelian dalam Jumlah Besar

Persoalan kelangkaan BBM tersebut juga diperparah dugaan adanya praktik pembelian dalam jumlah besar untuk kemudian dijual kembali secara eceran dengan harga lebih tinggi.

Aktivitas tersebut diduga membuat distribusi BBM bersubsidi semakin tidak merata. Di tengah pasokan yang terbatas, masyarakat yang membeli untuk kebutuhan sehari-hari justru harus berhadapan dengan antrean panjang dan risiko kehabisan stok.

Baca Juga: Bosan Popcorn? 7 Camilan Rumahan Ini Bikin Movie Night Makin Nagih

Tak hanya itu, muncul pula dugaan adanya penyelewengan BBM bersubsidi oleh oknum tertentu yang memanfaatkan kondisi kelangkaan untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Namun, dugaan tersebut masih membutuhkan pembuktian dan penelusuran lebih lanjut dari pihak berwenang.

Warga Minta Pengawasan Diperketat

Masyarakat meminta pengelola SPBU, Pemerintah Kabupaten Paluta, serta aparat penegak hukum segera turun tangan mengawasi distribusi Pertalite dan Solar di lapangan.

Pengawasan dinilai penting untuk memastikan BBM bersubsidi benar-benar diterima masyarakat yang berhak serta mencegah praktik pembelian dalam jumlah tidak wajar maupun penjualan kembali dengan harga tinggi.

Warga juga berharap ada langkah konkret untuk memastikan pasokan BBM kembali normal. Sebab, antrean sejak subuh hingga stok ludes sebelum siang bukan hanya menyita waktu, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat.

Baca Juga: Jangan Asal Beli Tas! 4 Hal Ini Wajib Dicek Sebelum Dipakai Setiap Hari

Di tengah keresahan tersebut, masyarakat kini menunggu respons dan tindakan pihak terkait untuk mengurai persoalan distribusi BBM di Paluta sekaligus memastikan penyalurannya tepat sasaran.(mit/han)

Editor : Johan Panjaitan
antrea solar bbm pertalite