Bupati Sergai Ikut Tanam Serempak 50.000 Hektare

Juli Rambe • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 08:43 WIB
SAWAH: Bupati Sergai Darma Wijaya turun langsung ke sawah di Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Tanjung Beringin, Jumat (18/9) .(Dok: Kominfo Sergai)
SAWAH: Bupati Sergai Darma Wijaya turun langsung ke sawah di Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Tanjung Beringin, Jumat (18/9) .(Dok: Kominfo Sergai)

 

TANJUNG BERINGIN, SUMUT POS- Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H. Darma Wijaya menunjukkan komitmennya terhadap ketahanan pangan nasional dengan terjun langsung ke sawah dalam Gerakan Tanam Serempak 50.000 Hektare yang diinisiasi Kementerian Pertanian RI.

Kegiatan tersebut dipusatkan di Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Tanjung Beringin, Jumat (18/9/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Darma Wijaya menegaskan, turun langsung ke lapangan adalah kunci untuk memahami denyut nadi dan kebutuhan riil para petani.

Baca Juga: Andre Taulany Belum Tahu Kapan Tanggal Pernikahan

“Dengan turun langsung ke lapangan, kita dapat mengetahui apa yang dibutuhkan para petani dan apa saja kebutuhan dalam mendukung sektor pertanian,” ujar Bupati.

Menurut Darma Wijaya, petani di wilayah pesisir seperti Tanjung Beringin memiliki tantangan tersendiri, mulai dari intrusi air laut hingga pengelolaan lahan. Persoalan itu tidak bisa diselesaikan satu pihak saja.

“Tantangan yang dihadapi para petani di wilayah pesisir pantai ini harus sama-sama kita pecahkan. Karena itu, kita harus kompak, mulai dari masyarakat, pemerintah hingga Forkopimda, untuk bersama-sama memperjuangkan pertanian padi di Kabupaten Sergai,” tegasnya.

Ia menilai kebijakan pemerintah pusat terkait Harga Eceran Tertinggi (HET) gabah dan dorongan pertanian modern telah memberikan angin segar dan semangat baru bagi petani untuk terus berproduksi.

Bupati juga memberikan apresiasi tinggi kepada Kementerian Pertanian RI yang terus memberikan dukungan, mulai dari bantuan alat mesin pertanian (alsintan) hingga program Brigade Pangan dan pencetakan sawah baru.

Tak hanya itu, Darma Wijaya menyoroti peran penting program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJLSP) / CSR dalam normalisasi sungai yang berdampak langsung ke sawah warga.

“Program TJLSP melalui CSR untuk normalisasi sungai telah memberikan dampak yang sangat positif. Jika sebelumnya petani hanya bisa panen satu kali dalam setahun, sekarang sudah bisa dua kali panen. Produktivitas meningkat signifikan,” jelasnya.

Di akhir sambutannya, Bupati Darma Wijaya mengajak generasi muda untuk tidak malu menjadi petani. Dengan teknologi dan modernisasi, petani kini bisa menjadi pengusaha.

“Saya berharap petani milenial terus tumbuh. Anak-anak muda jangan hanya berpikir untuk mencari pekerjaan, tetapi juga harus berani menciptakan lapangan pekerjaan melalui sektor pertanian,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Polbangtan Medan Dr. Nurliana Harahap menyampaikan, kegiatan tanam serempak ini merupakan tanam terakhir untuk periode Oktober 2025 - September 2026.

Ia menyebut Sergai sebagai daerah prioritas Brigade Pangan sejak 2024 dengan produktivitas tinggi dan dukungan alsintan yang relatif lengkap, yang berlanjut hingga 2025.

“Sergai merupakan salah satu kawasan yang memiliki potensi pertanian besar dan mencatat produktivitas pertanian yang tinggi pada tahun 2024 dan 2025,” ujar Nurliana.

Ia berharap sinergi pemerintah pusat, daerah, penyuluh dan petani terus diperkuat demi pertanian Sergai yang berkelanjutan.

Turut hadir Kepala Dinas Pertanian Sergai Dedy Iskandar, Staf Ahli Bupati Kamaluddin, Camat Tanjung Beringin Ahmadi Darma, para penyuluh dan kelompok tani setempat. (fad/ram)

Editor : Juli Rambe
tanam serentak hasil padi bupati sergai