Bupati Batu Bara Apresiasi Bank Sampah Berseri, Sampah Rumah Tangga Disulap Jadi Pakan hingga Pupuk

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 10:45 WIB
Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., C.L.A., meninjau  inovasi pengelolaan sampah terpadu yang diterapkan Bank Sampah Berseri (BSB) di Desa Kuala Tanjung, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batu Bara, Sabtu (19/9/2026). (Foto Komimfo.Batubara)
Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., C.L.A., meninjau inovasi pengelolaan sampah terpadu yang diterapkan Bank Sampah Berseri (BSB) di Desa Kuala Tanjung, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batu Bara, Sabtu (19/9/2026). (Foto Komimfo.Batubara)

 

BATU BARA, Sumutpos.jawapos.com – Sampah rumah tangga tak selalu berakhir di tempat pembuangan. Di Desa Kuala Tanjung, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batu Bara, sampah justru diolah menjadi bagian dari sistem yang menghasilkan pakan ternak hingga nutrisi tanaman.

Inovasi tersebut dikembangkan Bank Sampah Berseri (BSB) yang dikelola Untung. Konsep pengelolaan sampah terpadu itu mendapat apresiasi dari Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., C.L.A., saat melakukan kunjungan, Sabtu (19/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Baharuddin melihat langsung bagaimana sampah rumah tangga diolah dan diintegrasikan dengan budidaya magot, peternakan, perikanan hingga pertanian.

Baca Juga: KRYD Blue Light Polres Batu Bara Bergerak Cepat, 7 Motor dan 7 Remaja Diamankan Diduga Balap Liar

Salah satu proses yang menarik perhatian adalah pemanfaatan sampah rumah tangga sebagai bahan pakan magot. Magot yang dihasilkan kemudian tidak berhenti sebagai produk akhir, tetapi kembali dimanfaatkan sebagai pakan untuk ikan lele, ayam, dan bebek.

Siklusnya berlanjut. Air dari kolam ikan lele dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi untuk tanaman, termasuk tanaman hidroponik. Dengan pola tersebut, limbah dari satu kegiatan dapat menjadi sumber daya bagi kegiatan lainnya.

Baharuddin mengaku tertarik melihat konsep yang diterapkan BSB karena berbagai sektor dapat terhubung dalam satu sistem.

“Ada cara yang lebih menarik dari BSB ini. Tadi saya melihat, paling atas ada tanaman hidroponik, lalu di bawahnya ada ayam petelur. Selanjutnya, di bawah kandang ayam ada magot. Magot tadi menjadi pakan ikan, kemudian air ikan disalurkan kembali ke atas untuk menjadi pupuk tanaman. Ini inovasi yang sangat menarik,” ujar Baharuddin.

Menurutnya, pola tersebut menunjukkan bahwa sampah rumah tangga tidak harus selalu dipandang sebagai limbah yang hanya perlu dibuang. Dengan pengelolaan yang tepat, sampah dapat memiliki nilai guna sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Baca Juga: 5 Zodiak Ini Diprediksi Punya Hari Paling Positif pada 20 September 2026, Cek Apa yang Menanti!

Konsep yang dikembangkan BSB juga memperlihatkan bagaimana pengelolaan sampah dapat dilakukan secara lebih produktif. Sisa rumah tangga dimanfaatkan sebagai bahan baku, kemudian diolah menjadi pakan dan nutrisi yang kembali mendukung kegiatan peternakan, perikanan serta pertanian.

Baharuddin berharap inovasi Bank Sampah Berseri dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat Batu Bara untuk mengubah cara pandang terhadap sampah.

Selain membantu menjaga kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah secara produktif dinilai dapat membuka peluang ekonomi baru berbasis pemanfaatan kembali limbah rumah tangga.

“Intinya, sampah jangan hanya dibuang. Kalau dikelola dengan kreativitas, bisa kembali menghasilkan sesuatu yang bermanfaat,” demikian semangat yang tergambar dari inovasi Bank Sampah Berseri.(lib/han)

Editor : Johan Panjaitan
berseri rumah tangga Pakan bank sampah