BINJAI, Sumutpos.jawapos.com – Pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Kota Binjai mendapat apresiasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Bangunan yang telah rampung tersebut dinilai telah memenuhi prototype dan standar yang ditetapkan pemerintah pusat.
Prototype yang dimaksud merupakan model atau rancangan pembangunan Labkesmas yang disusun berdasarkan pedoman dan standar Kemenkes RI. Dengan kesesuaian tersebut, Labkesmas Binjai diharapkan mampu menjadi bagian penting dalam memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Binjai Desman mengatakan, kehadiran Labkesmas merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya dalam pencegahan dan pengendalian penyakit.
Dia menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Binjai Amir Hamzah dan Wakil Wali Kota Hasanul Jihadi yang telah mengupayakan pembangunan fasilitas tersebut melalui anggaran Kemenkes RI.
Baca Juga: Raphinha Menggila! 2 Hat-trick Beruntun, Barcelona Temukan “Ronaldo-Romario” Baru
“Kami dari Dinas Kesehatan Kota Binjai mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota dan Bapak Wakil Wali Kota yang telah mengupayakan adanya pembangunan Laboratorium Kesehatan di Kota Binjai melalui anggaran Kementerian Kesehatan, DAK Fisik,” ujar Desman, Senin (21/9/2026).
Menurutnya, tidak semua daerah memiliki kesempatan untuk mendapatkan dukungan anggaran pembangunan laboratorium kesehatan dari pemerintah pusat.
“Karena, tidak semua daerah bisa mengupayakan atau membawa anggaran pembangunan laboratorium ke Kota Binjai,” sambungnya.
Jadi Ujung Tombak Deteksi Dini
Desman menjelaskan, keberadaan Labkesmas memiliki peran strategis dalam sistem pelayanan kesehatan. Salah satunya mendukung deteksi dini terhadap potensi penyakit maupun wabah sebelum berkembang dan menyebar lebih luas.
Fasilitas tersebut juga diharapkan memperkuat upaya pencegahan serta pengendalian penyakit di Kota Binjai. Dalam jangka panjang, keberadaan Labkesmas dinilai dapat ikut memperkuat ketahanan kesehatan daerah dan nasional.
Tak hanya berfungsi sebagai fasilitas pelayanan kesehatan, Labkesmas Binjai juga diproyeksikan dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
“Selain itu, bangunan megah Labkesmas yang dibangun ini juga mendapat pujian dari Kementerian Kesehatan, karena sesuai dengan prototype dan standar yang ada,” katanya.
Belum Beroperasi, 33 Alat Kesehatan Masih Ditunggu
Meski bangunannya telah rampung, Labkesmas Kota Binjai hingga kini belum mulai beroperasi. Desman menyebut, pengoperasian fasilitas tersebut nantinya akan mendapat pendampingan dari Kemenkes melalui unit pelaksana teknis.
“Belum beroperasi Labkesmas Kota Binjai karena 33 jenis alat kesehatan yang merupakan bantuan dari Kementerian Kesehatan belum tiba atau belum diterima Dinas Kesehatan Kota Binjai,” jelasnya.
Sembari menunggu seluruh peralatan tiba, Dinkes Binjai mulai menyiapkan sumber daya manusia yang nantinya bertugas mengoperasikan fasilitas tersebut.
Baca Juga: Ringankan Beban Warga, PR IPK Perkebunan Limapuluh Bagikan 30 Paket Sembako
Pelatihan dilakukan melalui program On The Job Training (OJT) yang didampingi Kementerian Kesehatan. Langkah tersebut disiapkan agar tenaga kesehatan memiliki kemampuan yang sesuai sebelum Labkesmas resmi beroperasi.
“Persiapan Dinas Kesehatan Kota Binjai saat ini tengah melatih sumber daya manusia yang akan mengoperasikan alat-alat kesehatan tersebut melalui On The Job Training yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan,” pungkasnya. (ted/han)
Editor : Johan Panjaitan