Lagi, Kasus Dugaan Keracunan MBG Kembali Terjadi di Karo

Juli Rambe • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 12:31 WIB
RAWAT: Para korban dugaan keracunan MBG dirawat di Puskesmas Payung. (Dok: Warga)
RAWAT: Para korban dugaan keracunan MBG dirawat di Puskesmas Payung. (Dok: Warga)

 

KARO, SUMUT POS- Kasus dugaan keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Kabupaten Karo. Kali ini, lima siswa dan seorang guru SMP Negeri Satu Atap 2 Payung, Desa Gurukinayan, Kecamatan Payung, dilarikan ke Puskesmas Payung setelah mengalami keluhan mual dan pusing, Senin (21/9) siang.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Karo, Junedy Tarigan, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengaku langsung turun ke sekolah setelah mendapat informasi mengenai adanya siswa dan guru yang mengalami keluhan kesehatan.

"Ada lima murid terdampak dan satu guru sekolah," terang Junedy.

Baca Juga: SMA Negeri 1 Kabanjahe Raih Juara Umum Karo Science Olympiad 2026

Pasca kejadian, para korban langsung dibawa ke Puskesmas Payung untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis. "Para korban sudah mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Payung," katanya.

Kelima siswa tersebut masing-masing berasal dari kelas VII sebanyak dua orang, kelas VIII satu orang, dan kelas IX sebanyak dua orang. Camat Payung, Harun Surbakti, saat dikonfirmasi, Senin sore, juga membenarkan kejadian tersebut.

Harun mengaku turut mendatangi Puskesmas Payung untuk melihat langsung kondisi para korban. 

"Para korban mengeluh pusing dan mual. Namun, belum bisa kita pastikan mereka keracunan atau tidak," ujar Harun.

Setelah mendapat perawatan medis, kondisi para korban dilaporkan membaik dan seluruhnya telah diperbolehkan pulang ke rumah. "Info dari Puskesmas Payung, tadi semua korban sudah pulang," tandasnya.

Sementara itu, Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Karo, Adella Pasaribu, mengaku telah menerima informasi mengenai kejadian tersebut.

"Dugaan gangguan pencernaan, Pak. Dan saat ini siswa sudah sehat dan pulang ke rumah," katanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, MBG yang dikonsumsi para siswa tersebut berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karo Payung Batukarang yang dikelola Yayasan Mitra Pangan Sejati dengan ID SPPG 6SLHXZGM.

Menu MBG yang dibagikan saat kejadian terdiri dari nasi putih, dori katsu, tempe goreng, curry kentang dan wortel, serta buah pisang. Dalam informasi kandungan gizi menu tersebut tercantum energi sebesar 727,25 kkal, protein 35,23 gram, lemak 17,17 gram, karbohidrat 113,38 gram, dan serat 3,23 gram.

Kejadian di SMP Negeri Satu Atap 2 Payung ini menambah daftar kasus gangguan kesehatan yang terjadi setelah konsumsi MBG di Kabupaten Karo. Sebelumnya, kasus serupa dilaporkan terjadi di SMA Negeri 1 Berastagi dan Yayasan Bersama Berastagi, serta SMK Negeri 1 Merdeka. (deo/ram)

 

Editor : Juli Rambe
keracunan mbg di karo korban keracunan MBG mbg di karo