Sekolah Rakyat Medan Kekurangan Guru

Juli Rambe • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 16:00 WIB
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Medan, Syahripal Putra.(Dok : Ihsan Syahreza)
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Medan, Syahripal Putra.(Dok : Ihsan Syahreza)

 

MEDAN, SUMUT POS- Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Medan menargetkan penerimaan sebanyak 1.080 siswa dari keluarga kurang mampu.

Program pendidikan yang digagas pemerintah ini menyasar anak-anak dari kelompok masyarakat desil 1 dan desil 2, yakni kelompok dengan tingkat kesejahteraan ekonomi terendah.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Medan, Syahripal Putra, mengatakan Sekolah Rakyat hadir sebagai bentuk intervensi negara untuk memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu mendapatkan akses pendidikan yang layak, berkualitas, serta memiliki kesempatan meraih masa depan yang lebih baik.

Baca Juga: Emas Pertama Indonesia dari Tim Bulu Tangkis Beregu Putra,Ini Kata Erick Thohir

"Anak-anak yang menjadi sasaran Sekolah Rakyat ini adalah mereka yang berasal dari desil 1 dan desil 2. Artinya, mereka berasal dari kelompok masyarakat dengan kondisi ekonomi rendah," ujar Syahripal saat memberikan keterangannya, Jumat (25/9/2026).

Syahripal menjelaskan, Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Medan memiliki kapasitas penerimaan sebanyak 1.080 siswa untuk jenjang pendidikan SD dan SMP.

Namun, hingga saat ini, jumlah siswa yang telah diterima masih belum sepenuhnya memenuhi kuota yang telah ditetapkan.

Pihak sekolah terus melakukan berbagai upaya untuk memastikan anak-anak yang memenuhi kriteria sebagai penerima manfaat dapat memperoleh kesempatan bersekolah melalui program tersebut.

"Kita berharap anak-anak yang sudah keluar atau belum melanjutkan sekolah bisa didorong kembali. Mereka harus diberikan pemahaman bahwa Sekolah Rakyat ini hadir untuk memberikan jaminan pendidikan yang layak dan bermutu bagi mereka," katanya.

 

Kekurangan Guru

Di tengah upaya memenuhi kuota siswa, Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Medan masih menghadapi tantangan dalam pemenuhan tenaga pendidik.

Berdasarkan data yang disampaikan, terdapat 17 guru perintis untuk jenjang SMA dan 2 guru untuk jenjang SD pada tahap awal.

Keterbatasan tenaga pengajar tersebut menjadi perhatian pihak sekolah, terutama untuk memastikan seluruh kebutuhan pembelajaran siswa dapat terpenuhi sesuai dengan jenjang dan mata pelajaran masing-masing.

"Kita masih membutuhkan tambahan guru, terutama guru agama. Saat ini, kami terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Medan dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk membicarakan pemenuhan kebutuhan tenaga pengajar di Sekolah Rakyat," ungkapnya.

Dengan kapasitas sekolah yang mencapai 1.080 siswa, ketersediaan tenaga pengajar yang memadai menjadi salah satu faktor pendukung agar proses pembelajaran berjalan efektif.

Ia berharap dukungan dari pemerintah pusat, Pemko Medan, dan Pemprov Sumut dapat terus diperkuat sehingga kebutuhan tenaga pendidik di sekolah tersebut bisa terpenuhi.

Syahripal menyampaikan, Kementerian Sosial (Kemensos) akan memberikan dukungan berupa sekitar 30 hingga 40 unit mobil untuk menunjang kebutuhan program Sekolah Rakyat.

Ia menambahkan, pemenuhan kebutuhan guru, optimalisasi jumlah siswa, serta dukungan fasilitas menjadi sejumlah aspek yang perlu terus diperhatikan dalam pengembangan Sekolah Rakyat. (san/ram)

 

Editor : Juli Rambe
guru sekolah rakyat Sekolah Rakyat