Masyarakat Jangan Malu Deteksi Dini dan Penanganan TBC

Juli Rambe • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 21:00 WIB
HADIR: Wabup Sergai Adlin Tambunan saat menghadiri kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Tracing Tuberkulosis (TBC) Terintegrasi. (Dok: Kominfo Sergai)
HADIR: Wabup Sergai Adlin Tambunan saat menghadiri kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Tracing Tuberkulosis (TBC) Terintegrasi. (Dok: Kominfo Sergai)

 

PERBAUNGAN, SUMUT POS- Wakil Bupati Serdangbedagai (Sergai) menghadiri kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Tracing Tuberkulosis (TBC) Terintegrasi sebagai bagian dari upaya memperkuat pencegahan dan penanggulangan penyakit TBC di Kabupaten Serdangbedagai.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, khususnya melalui pemeriksaan dan penemuan kasus TBC secara lebih dini. 

Integrasi antara pemeriksaan kesehatan dan tracing diharapkan dapat membantu menemukan masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut sehingga dapat segera memperoleh penanganan sesuai dengan ketentuan medis.

Baca Juga: Haornas ke-43, Pemkab Langkat ajak Masyarakat Budayakan Olahraga

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Sergai H. Adlin Tambunan menegaskan bahwa penanggulangan TBC tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, pemerintah desa, kader kesehatan, hingga masyarakat.

“Upaya penanggulangan TBC harus dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan. Deteksi dini menjadi sangat penting agar apabila ditemukan masyarakat yang memiliki gejala atau terindikasi TBC, dapat segera dilakukan pemeriksaan dan mendapatkan pengobatan yang tepat,” ujar Wabup, Jumat (25/9).

Menurutnya, masyarakat juga perlu memahami bahwa TBC merupakan penyakit menular yang dapat disembuhkan melalui pengobatan yang tepat dan tuntas. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu merasa malu ataupun takut untuk melakukan pemeriksaan.

Sebaliknya, masyarakat yang sedang menjalani pengobatan perlu mendapatkan dukungan agar dapat menyelesaikan pengobatan hingga tuntas.

Wabup juga mengajak masyarakat untuk tidak memberikan stigma atau mengucilkan penderita TBC. 

Menurutnya, dukungan lingkungan menjadi bagian penting dalam membantu pasien menjalani proses pengobatan sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih sehat.

“Jangan ada stigma bahwa TBC adalah penyakit yang memalukan. Yang terpenting adalah berani memeriksakan diri, mengikuti anjuran tenaga kesehatan, dan menjalani pengobatan sampai tuntas. Kita juga harus memberikan dukungan kepada mereka yang sedang berobat,” lanjutnya.

Pelaksanaan CKG Tracing TBC Terintegrasi diharapkan dapat memperkuat upaya pemerintah daerah dalam menemukan kasus secara aktif. Dengan adanya pemeriksaan dan penelusuran yang dilakukan secara terintegrasi, masyarakat yang memiliki risiko maupun gejala yang mengarah pada TBC dapat diarahkan untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Selain aspek deteksi dan pengobatan, edukasi kepada masyarakat juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Masyarakat diharapkan semakin memahami gejala TBC, cara penularan, pentingnya menjaga kesehatan lingkungan, serta pentingnya mengikuti pengobatan secara disiplin apabila telah dinyatakan menderita TBC.

Pemerintah Kabupaten Serdangnedagai juga terus mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung program kesehatan masyarakat. Sinergi antara pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah kecamatan dan desa, kader kesehatan, serta masyarakat diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi, pemeriksaan, tracing, dan pendampingan pasien.

“Harapan kita, melalui kegiatan seperti ini kesadaran masyarakat terhadap kesehatan semakin meningkat. Mari bersama-sama melakukan pencegahan, tidak takut untuk memeriksakan diri, serta mendukung mereka yang sedang menjalani pengobatan TBC. Dengan kolaborasi dan kepedulian bersama, kita dapat mewujudkan masyarakat Sergai zero TBC,” pungkasnya.(fad/ram)

Editor : Juli Rambe
pasien tbc tbc