Wakil Rektor ITB Indonesia Tewas di Rumah, Diduga Jadi Korban Perampokan

Juli Rambe • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 15:58 WIB
Asprina br Surbakti. (Dok: keluarga)
Asprina br Surbakti. (Dok: keluarga)

 

KARO, SUMUT POS- Wakil Rektor II Institut Teknologi dan Bisnis Indonesia (ITB), Asprina br Surbakti (38) ditemukan meninggal dunia di kediamannya di Perumahan Jkesaien, Desa Raya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Jumat (25/9) malam.

Ia diduga jadi korban perampokan. Karena mobil korban dibawa kabur oleh pelaku. Namun, hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian serta motif di balik peristiwa tersebut.

Rektor ITB, David Sembiring saat dikonfirmasi membenarkan kabar tersebut, Sabtu (26/9). Ia mengatakan pihak kampus mendapat informasi bahwa Asprina yang menjabat sebagai Wakil Rektor II telah meninggal dunia di kediamannya.

Baca Juga: Lagu Gubahan Gurih Soekarno Putra yang Terkenal

"Untuk memastikan penyebab kematiannya, sekitar pukul 21.00 WIB jenazah almarhumah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk menjalani autopsi," ujarnya. David mengaku pihak keluarga maupun kampus masih menunggu hasil autopsi dari pihak kepolisian.

"Kami seperti percaya dan tidak percaya dengan kejadian yang menimpa Asprina. Sampai saat ini kami masih menunggu hasil autopsi dari pihak berwajib," katanya. 

Asprina diketahui merupakan warga Ajibuhara, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo. Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai sosok yang berdedikasi dan aktif memberikan kontribusi bagi perkembangan ITB, termasuk di Kampus ITB, Jl. Letjen Jamin Ginting, Desa Sumber Mufakat, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo.

"Jejak kebaikan, semangat dan pengabdian yang telah beliau tinggalkan akan senantiasa menjadi kenangan yang berharga bagi kita semua," kata David.

Menurut David, Asprina telah bergabung dengan ITB sejak 2010. Pertemuan terakhir dirinya dengan korban terjadi pada Rabu (23/9) di Kampus ITB Medan.

"Saat itu kami membahas persiapan sidang meja hijau bagi mahasiswa," ujarnya. Sementara itu, jajaran Polres Tanah Karo bersama Polsek Berastagi masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. Polisi juga mengumpulkan sejumlah barang bukti, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV) di kawasan Perumahan Jkesaien.

Kasi Humas Polres Tanah Karo, AKP Pedoman Maha, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan oleh Satreskrim Polres Tanah Karo dan Polsek Berastagi. "Masih dalam proses penyelidikan," ujar Pedoman Maha.

Tulis Pesan Tentang Perjuangan Mahasiswa

Sebelum ditemukan meninggal dunia di kediamanny, Wakil Rektor II Institut Teknologi dan Bisnis Indonesia (ITB), Asprina br Surbakti sempat menulis pesan penuh makna di akun media sosial Facebooknya.

Dalam unggahan tersebut, Asprina menyoroti perjuangan mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi. Ia menggambarkan proses menyelesaikan tugas akhir bukan hanya sebagai upaya meraih gelar, tetapi juga sebagai perjalanan menghadapi tekanan, rasa lelah, hingga berbagai kesulitan.

“Akhirnya perjuangan bertahun-tahun akhirnya tuntas di satu meja penuh cerita,” tulis Asprina dalam unggahannya.

Ia kemudian menuliskan bahwa menyelesaikan skripsi bukan sekadar mengejar gelar, tetapi juga menguji kemampuan seseorang untuk bertahan di tengah tekanan, tetap konsisten ketika lelah, serta bangkit saat menghadapi jalan buntu.

Asprina juga mengungkapkan kebahagiaannya melihat mahasiswa yang akhirnya dapat menyelesaikan perjuangan mereka. “Melihat senyum kebahagiaan dan kelegaan di wajah teman-teman seperjuangan membuat semua rasa lelah itu menguap begitu saja,” tulisnya.

Dalam unggahan tersebut, Asprina juga menyampaikan pesan tentang perjuangan mahasiswa yang datang dari berbagai latar belakang dan berusaha melewati batas kemampuan masing-masing. 

“Kita datang dari latar belakang yang berbeda, berjuang bersama menembus batas kemampuan kita, dan akhirnya berdiri di sini sebagai pemenang atas ego dan kemalasan kita sendiri,” lanjutnya. Unggahan tersebut ditutup dengan sejumlah tagar, yakni #Itbindonesia, #Mahasiswa, #Sidang, dan #Semangat. Status tersebut kini menjadi salah satu jejak digital yang ditinggalkan Asprina sebelum meninggal dunia. (deo/ram)

 

Editor : Juli Rambe
perampokkan di karo