Empat Rumah Warga Onomondra Retak usai Kena Longsor

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 21:18 WIB
Kondisi rumah warga di Dusun III Onomondra, Desa Balodano, Kecamatan Mandrehe Utara, Nias Barat, yang mengalami retak pada struktur bangunan akibat longsor setelah hujan deras, Senin (28/9/2026). (Oloheta Gulo, S.T/Sumut Pos)
Kondisi rumah warga di Dusun III Onomondra, Desa Balodano, Kecamatan Mandrehe Utara, Nias Barat, yang mengalami retak pada struktur bangunan akibat longsor setelah hujan deras, Senin (28/9/2026). (Oloheta Gulo, S.T/Sumut Pos)

 

NIAS BARAT, Sumutpos.jawapos.com — Hujan deras yang mengguyur wilayah Dusun III Onomondra, Desa Balodano, Kecamatan Mandrehe Utara, Kabupaten Nias Barat, memicu longsor pada Sabtu malam (26/9). Pergerakan tanah tidak hanya membuat badan jalan amblas dan lahan pertanian warga terbawa material longsor, tetapi juga menyebabkan empat rumah mengalami keretakan pada struktur bangunan.

Kondisi tersebut membuat warga diliputi kecemasan. Retakan pada sejumlah rumah dikhawatirkan semakin melebar apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi. Ancaman longsor susulan juga membuat sebagian warga tidak lagi merasa aman berada di dalam rumah, terutama pada malam hari.

Kepala Dusun III Onomondra, Retieli Zebua, mengatakan longsor terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut.

Baca Juga: Golkar Sumut Tak Gentar Parliamentary Threshold 5 Persen, Viktor Silaen: 7 Persen Pun Kami Siap!

Menurutnya, dampak pergerakan tanah cukup mengkhawatirkan. Selain merusak lahan pertanian dan membuat akses jalan amblas, sejumlah rumah warga turut terdampak.

“Warga sangat ketakutan dengan kondisi rumah yang sudah retak. Malam hari pun warga tidak tenang karena khawatir terjadi longsor susulan,” ujar Retieli.

Kepala Desa Balodano, Mesona Waruwu, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan pihak desa telah turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi warga sekaligus memastikan dampak yang ditimbulkan akibat longsor.

“Kami sudah turun langsung ke lokasi longsor. Ada empat rumah warga yang mengalami retak struktur bangunan, jalan amblas, dan lahan pertanian warga terbawa longsor,” ujar Mesona kepada Sumut Pos, Senin (28/9).

Mesona menyebutkan, kejadian tersebut telah dilaporkan kepada pihak Kecamatan Mandrehe Utara dan Pemerintah Kabupaten Nias Barat. Laporan itu diharapkan segera ditindaklanjuti, mengingat kondisi tanah di sekitar lokasi masih berpotensi mengalami pergerakan.

Baca Juga: Babak I Indonesia vs Malaysia Masih 0-0, Thom Haye Kena Kartu Merah

Menurutnya, penanganan darurat diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan longsor susulan sekaligus memberikan rasa aman bagi warga yang rumahnya terdampak.

“Kami berharap ada penanganan darurat dari Pemerintah Kabupaten Nias Barat, terutama untuk mengantisipasi kemungkinan longsor susulan dan menjaga keselamatan warga,” harapnya.

Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan asesmen menyeluruh terhadap kondisi tanah, bangunan rumah warga, serta akses jalan yang terdampak. Langkah tersebut penting agar tingkat kerusakan dapat diketahui dan penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, serta tidak menunggu hingga dampaknya semakin meluas. (mag-8/han)

Editor : Johan Panjaitan
hujan deras lahan longsor amblas rumah