PALUTA, SUMUT POS– Pimpinan Cabang Federasi Serikat Pekerja Transport Seluruh Indonesia – Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC FSPTSI-KSPSI) Kabupaten Padang Lawas Utara secara resmi menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) Ke-III di Aula Hotel Mitra Gunungtua, Senin (28/9/2026).
Kegiatan strategis ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Padang Lawas Utara, H. Basri Harahap, serta dihadiri oleh jajaran Forkopimda, perwakilan DPRD, pengurus daerah Sumatera Utara, dan ratusan kader FSPTSI-KSPSI.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati H. Basri Harahap menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian FSPTSI-KSPSI Paluta yang telah memfasilitasi penyerapan ribuan tenaga kerja lokal di wilayah tersebut.
Baca Juga: Operasi Gabungan di Perairan Sergai dan Batubara Dimulai
Namun, ia juga menggarisbawahi pentingnya meningkatkan kualitas dan jaminan kesejahteraan para pekerja, bukan sekadar mengejar angka kuantitas.
"Pencapaian dari segi kuantitas memang luar biasa, tetapi kualitas pekerja jauh lebih penting. Perjuangan serikat harus diarahkan pada pemenuhan hak-hak esensial. Kita harus memastikan apakah para pekerja di perusahaan dan perkebunan sudah mendapatkan perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan. Jangan sampai pekerja kita hanya dijadikan objek oleh perusahaan," tegas Basri di hadapan seluruh peserta Muscab.
Pada kesempatan yang sama, Ketua PC FSPTSI-KSPSI Paluta, Hendra Sutan Rambe, mengungkapkan bahwa buruh bongkar muat merupakan penggerak utama roda ekonomi desa. Ia menyebutkan, operasional sembilan pabrik perkebunan di Paluta sangat bergantung pada peran vital para buruh.
"Target awal kepemimpinan kami adalah membuka 2.000 lapangan pekerjaan, namun alhamdulillah saat ini telah melampaui target dengan terealisasinya 2.731 pekerja. Ke depan, jika kembali terpilih, kami menargetkan pembukaan 6.000 lapangan pekerjaan untuk menguatkan ekonomi keluarga buruh di Padang Lawas Utara," ujar Hendra optimistis.
Dukungan juga mengalir dari pihak legislatif. Anggota DPRD Padang Lawas Utara, Gusman Efendi Siregar, yang hadir mewakili pimpinan dewan, menegaskan bahwa paradigma perjuangan kaum buruh saat ini telah bertransformasi ke arah yang jauh lebih positif dan strategis.
"Di masa lalu, buruh sering dipandang sebelah mata dan hanya dijadikan objek pembangunan. Namun saat ini, posisi kaum buruh sudah sejajar dalam posisi tripartit dengan pengusaha dan pemerintah. Kaum buruh kini memiliki posisi yang sangat strategis untuk ikut membangun masyarakat dan Kabupaten Padang Lawas Utara," tutur Gusman.
Sementara itu, Ketua PD FSPTSI-KSPSI Sumatera Utara, H. Febri Dalimunte, menyerukan penguatan profesionalisme kader melalui sinergi bersama Pemkab dan DPRD Paluta, khususnya dalam pengalokasian anggaran Bimbingan Teknis (Bimtek).
"Kami meminta agar pemerintah daerah dapat mengalokasikan anggaran untuk Bimtek agar pekerja kita dibekali negotiation skill yang baik. Kita harus bertransformasi menjadi organisasi yang modern, profesional, dan berakhlak. Budaya lama harus ditinggalkan, tidak boleh ada lagi kekerasan fisik, pekerja harus beretika di lapangan," imbau Febri.
Acara Muscab Ke-III ini turut dihadiri Kapolres Padang Lawas Utara AKBP Dhery Fajariandono, perwakilan Kajari Paluta Yunita Pasaribu, Anggota DPRD Paluta Habibi P. Harahap, serta para tokoh pemuda dan tokoh masyarakat setempat. (mit/ram)
Editor : Juli Rambe