KARO, Sumutpos.jawapos.com-Pengungkapan kasus perampokan yang menewaskan Wakil Rektor II Institut Teknologi dan Bisnis (IT&B) Indonesia Kabanjahe, Asprina br Surbakti, mendapat apresiasi dari Yayasan IT&B Indonesia.
Pihak yayasan menilai gerak cepat Polda Sumut, Polres Tanah Karo, Polsek Berastagi, dan Polsek Medan Kota dalam memburu serta mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut patut diapresiasi.
Apresiasi itu disampaikan Rektor IT&B Indonesia David JM Sembiring bersama puluhan mahasiswa saat mendatangi Mapolres Tanah Karo dan bertemu Kapolres Tanah Karo AKBP Pebriandi Haloho, Selasa (29/9) siang.
Baca Juga: Tutup Celah TPPO, Imigrasi Kualanmu Gandeng 6 Desa di Deliserdang
Di hadapan Kapolres dan jajaran, David menyampaikan terima kasih atas kerja kepolisian yang bergerak cepat setelah kasus tersebut terjadi.
“Civitas akademika IT&B Indonesia sangat mendukung penuh upaya Polri untuk menegakkan keadilan. Kami mengapresiasi gerak cepat polisi yang sangat luar biasa dalam mengungkap kasus ini,” ujar David.
Menurut David, tertangkapnya dua orang yang diduga terlibat memberikan secercah rasa keadilan bagi almarhumah Asprina. Pengungkapan tersebut juga diharapkan memberikan ketenangan bagi keluarga, rekan kerja, mahasiswa, serta seluruh civitas akademika IT&B Indonesia.
“Kami atas nama yayasan, dosen, mahasiswa, seluruh civitas akademika dan alumni sangat mendukung penuh kinerja Polri. Kami mengucapkan banyak terima kasih. Kiranya Jayalah Polri Presisi,” katanya.
Polisi Pastikan Kasus Diproses Tuntas
Kapolres Tanah Karo AKBP Pebriandi Haloho menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Asprina. Ia mengajak seluruh pihak mendoakan almarhumah serta berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Kita sama-sama mendoakan agar almarhumah mendapat tempat terbaik. Ke depannya, kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ujar Pebriandi.
Ia menegaskan, Polres Tanah Karo akan menangani perkara tersebut hingga tuntas dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan.
Pernyataan tersebut menjadi penting karena hingga kini penyidik masih melakukan pemeriksaan mendalam terhadap dua orang yang telah diamankan.
Nama Asprina Diabadikan di Kampus
Selain memberikan apresiasi kepada kepolisian, Yayasan IT&B Indonesia juga menyiapkan bentuk penghormatan khusus untuk mengenang Asprina.
Nama almarhumah akan diabadikan sebagai nama aula di Kampus Pusat IT&B Indonesia yang berada di Jalan Binjai-Stabat Kilometer 10,8 Nomor 113, Tandem Hilir.
Baca Juga: DPRD Sumut Desak Kemensos Tindalanjuti Kekurangan Tenaga Pendidik Sekolah Rakyat di Medan
David mengatakan keputusan tersebut merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi Asprina selama mengabdi di lingkungan Yayasan IT&B Indonesia.
“Iya, nama almarhumah akan kita abadikan menjadi nama aula di Kampus Pusat IT&B Indonesia. Ini bentuk penghormatan atas pengabdian almarhumah di Yayasan IT&B Indonesia,” kata David.
Dua Terduga Pelaku Diamankan di Medan
Kasus perampokan yang merenggut nyawa Asprina sebelumnya terungkap setelah personel Polres Tanah Karo bersama Polsek Berastagi mengamankan dua orang yang diduga sebagai pelaku.
Keduanya ditangkap di kawasan Jermal XV, Medan Denai, Senin (28/9).
Informasi sementara menyebutkan, kedua terduga pelaku merupakan mantan pekerja bangunan yang sebelumnya pernah bekerja di kawasan perumahan tempat Asprina tinggal. Keduanya diketahui sudah sekitar dua bulan tidak lagi bekerja di lokasi tersebut.
Meski demikian, keduanya diduga kembali mendatangi kawasan tersebut dan melakukan aksi perampokan. Polisi juga menduga keduanya mengetahui kondisi korban yang tinggal seorang diri di rumah.
Baca Juga: Jarang Disadari, 4 Pasangan Zodiak Ini Bisa Mengubah Nol Jadi Kesuksesan
Setelah melakukan aksinya, kedua terduga pelaku diduga melarikan diri menggunakan mobil milik korban.
Petugas kemudian melakukan pengejaran hingga berhasil menemukan keduanya. Saat hendak diamankan, kedua terduga pelaku disebut melakukan perlawanan. Polisi kemudian mengambil tindakan tegas dan terukur dengan menembak kaki masing-masing.
Keduanya bersama sejumlah barang bukti kini telah diamankan di Mapolres Tanah Karo untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Meski penangkapan telah dilakukan, polisi belum membeberkan identitas kedua terduga pelaku maupun kronologi lengkap peristiwa tersebut. Penyidik masih mendalami kasus untuk memastikan rangkaian kejadian dan peran masing-masing terduga pelaku.
“Kalau nanti hasil pemeriksaan sudah selesai, akan segera kita rilis,” kata Kasi Humas Polres Tanah Karo AKP Pedoman Maha.(deo/han)
Editor : Johan Panjaitan