TEBINGTINGGI, Sumutpos.jawapos.com – Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi memastikan revitalisasi Pasar Sakti, Kelurahan Bandar Sakti, Kecamatan Bajenis, tidak akan diikuti relokasi pedagang. Penataan pasar yang direncanakan mulai 2027 itu tetap mempertahankan aktivitas perdagangan di lokasi saat ini.
Penegasan tersebut disampaikan Wali Kota Tebingtinggi H. Iman Irdian Saragih saat meninjau langsung kondisi Pasar Sakti, Selasa (29/9). Selain melihat aktivitas perdagangan, wali kota juga berdialog dengan sejumlah pedagang dan menggali berbagai persoalan yang mereka hadapi.
“Ini revitalisasi, bukan relokasi. Pedagang tetap berjualan di sini. Kita ingin kondisi pasar lebih baik sehingga aktivitas perdagangan meningkat dan omzet pedagang juga bisa bertambah,” ujar Iman.
Baca Juga: Timnas Voli Putra Tak Lolos Fase Group di Asian Games 2026
Dalam peninjauan itu, Iman menyambangi sejumlah pedagang komoditas pangan, seperti cabai, bawang dan telur. Kondisi penjualan hingga kendala yang dirasakan pedagang turut menjadi perhatian.
Pemko Tebingtinggi juga menyoroti kondisi pelaku usaha mikro yang terdampak banjir. Pemerintah menyampaikan adanya bantuan Presiden melalui Kementerian UMKM sebesar Rp3 juta bagi penerima yang telah ditetapkan.
Bantuan tersebut menyasar 1.822 pedagang dan pelaku usaha mikro di Kota Tebingtinggi, termasuk pelaku usaha yang beraktivitas di Pasar Sakti, Pasar Gambir dan Pasar Inpres.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Tebingtinggi Marimbun Marpaung mengatakan, optimalisasi Pasar Sakti tidak bisa hanya mengandalkan penataan fisik. Diperlukan sinergi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
Salah satu tantangan yang masih dihadapi, kata Marimbun, adalah daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya stabil. Kondisi itu turut berdampak terhadap geliat perdagangan di pasar.
Baca Juga: Guru PPPK Ditetapkan Jadi Anggota BPD Mancang, Panitia Sebut Sah-sah Saja
Karena itu, Pemko tengah menyiapkan sejumlah inovasi. Salah satunya konsep pasar lelang yang akan melibatkan pedagang bersama Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Bandar Sakti.
“Untuk mengoptimalkan pasar, kita sedang merancang inovasi pasar lelang yang nantinya melibatkan pedagang bersama Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Bandar Sakti,” kata Marimbun.
Akses menuju kawasan pasar juga menjadi perhatian. Dinas Perhubungan diharapkan dapat mengoptimalkan kembali keberadaan terminal di sekitar Pasar Sakti. Keberadaan fasilitas tersebut dinilai dapat mendukung mobilitas masyarakat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi kawasan pasar.
Di sisi lain, rencana revitalisasi Pasar Sakti mulai menemukan kepastian. Pemko Tebingtinggi telah memperoleh dukungan dari Kementerian Perdagangan untuk pelaksanaan revitalisasi pada 2027.
Baca Juga: Pokir Teo Sinulingga DPRD Langkat, Fokus Infrastruktur hingga Sarpras Kelompok Tani
“Harapan pedagang untuk mengoptimalkan pasar ini perlu kita jawab melalui revitalisasi. Untuk 2027, kita mendapat bantuan dari Kementerian Perdagangan untuk revitalisasi Pasar Sakti,” pungkasnya.
Dalam peninjauan tersebut, wali kota didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Reza Aghista, Kadis PUPR Tora Daeng Masaro, Kadis Lingkungan Hidup Herry Aryanto, Kadis Perhubungan Yustin Bernard Hutapea, Kasatpol PP Benny Erickson Hamonangan Hutajulu, Camat Bajenis Ary Miranda, Kabag Prokopim Faisal Ahmad, Lurah Bandar Sakti Arif Damanik serta sejumlah pejabat dan perwakilan OPD terkait.(mag-3/han)
Editor : Johan Panjaitan