Gerakan Tanam Cabai Merah di Paran Gadung, Pemkab Paluta Dorong Ketahanan Pangan

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 21:35 WIB
Gerakan Tanam Cabai Merah  oleh Kelompok Tani Saba Julu di Desa Paran Gadung , Kecamatan Padang Bolak Julu, Selasa 29 September 2026. (Mitra harahap)
Gerakan Tanam Cabai Merah oleh Kelompok Tani Saba Julu di Desa Paran Gadung , Kecamatan Padang Bolak Julu, Selasa 29 September 2026. (Mitra harahap)

 

PADANG LAWAS UTARA, Sumutpos.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Padang Lawas Utara (Pemkab Paluta) terus memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu tumpuan ketahanan pangan sekaligus upaya mengendalikan inflasi daerah. Salah satunya melalui Gerakan Tanam Cabai Merah yang digelar Kelompok Tani Saba Julu di Desa Paran Gadung, Kecamatan Padang Bolak Julu, Selasa (29/9/2026).

Gerakan tersebut mendapat perhatian langsung dari Pemkab Paluta. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Bangun Parlaungan, SE, MM, hadir mewakili Bupati Paluta H. Reski Basyah Harahap, S.STP, M.Si. Ia didampingi Kepala Dinas Pertanian Paluta Haholongan Siregar, SE, MM, Camat Padang Bolak Julu Faisal Harahap, SH, MM, serta jajaran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

Baca Juga: Srikandi PLN UID Sumut Dukung 35 Perempuan Kembangkan Usaha Opak di Desa Suka Raya

Bangun menyampaikan apresiasi Bupati Paluta terhadap inisiatif Kelompok Tani Saba Julu yang secara mandiri mengembangkan budidaya cabai merah. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal.

“Bupati menyampaikan apresiasi atas langkah produktif ini. Pemerintah daerah berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap seluruh inisiatif masyarakat dalam menguatkan ketahanan pangan, khususnya di Desa Paran Gadung,” ujar Bangun.

Menurutnya, gerakan tanam cabai bukan sekadar aktivitas pertanian, tetapi juga bagian dari upaya menjaga ketersediaan komoditas pangan strategis. Cabai merah merupakan salah satu komoditas yang pergerakan harganya turut memengaruhi inflasi.

Karena itu, peningkatan produksi dari tingkat petani diharapkan dapat memperkuat pasokan sekaligus menjaga stabilitas harga di tengah masyarakat.

Kepala Dinas Pertanian Paluta Haholongan Siregar menegaskan pihaknya siap mengawal gerakan tersebut secara berkelanjutan. Pendampingan akan dilakukan mulai dari edukasi teknik budidaya hingga pemenuhan kebutuhan sarana produksi.

“Dinas Pertanian bersama para penyuluh akan selalu hadir mendampingi petani dari tahap awal edukasi penanaman hingga memastikan kelancaran sarana produksi,” katanya.

Baca Juga: World Heart Day 2026, MTMH Perkuat CODE STEMI Kejar Waktu Emas Penanganan Serangan Jantung

Haholongan berharap Gerakan Tanam Cabai Merah di Paran Gadung tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Produksi yang meningkat diharapkan mampu memberikan dampak langsung terhadap perekonomian petani, sekaligus memperkuat pasokan cabai untuk kebutuhan pasar.

“Harapan kita, gerakan ini tidak hanya memperkuat pangan desa, tetapi juga mampu menopang pasokan pasar dan menekan laju inflasi daerah,” tegasnya.

Ketua Kelompok Tani Saba Julu, Saib Alban Siregar, menyambut positif dukungan pemerintah daerah. Kehadiran jajaran Pemkab Paluta hingga tingkat kecamatan, menurutnya, menjadi tambahan motivasi bagi petani untuk mengoptimalkan lahan yang tersedia.

“Kehadiran Bapak Asisten II, Kadis Pertanian, Camat, dan rekan-rekan penyuluh menjadi energi baru bagi kami untuk terus memaksimalkan potensi pertanian di Padang Bolak Julu,” ungkap Saib.

Kolaborasi antara kelompok tani, penyuluh pertanian dan pemerintah daerah diharapkan mampu menjaga keberlanjutan program tersebut. Dengan pengelolaan yang baik, budidaya cabai merah di Paran Gadung diharapkan menghasilkan panen optimal, memperkuat ketersediaan pangan, sekaligus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani Paluta.(mit/han)

Editor : Johan Panjaitan
Pemkab Paluta cabai merah ketahanan pangan