LABUHANBATU SELATAN, Sumutpos.jawapos.com – Suasana duka menyelimuti sebuah rumah di Dusun Cinta Makmur, Desa Asam Jawa, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Rabu (30/9/2026).
Seorang pria berinisial RS, 30, ditemukan meninggal dunia di kamar belakang rumah orang tuanya. Korban pertama kali ditemukan oleh adiknya yang hendak masuk ke kamar tersebut pada Rabu pagi.
Informasi yang dihimpun, RS sebelumnya telah berada di rumah orang tuanya selama sekitar lima hari. Kepada keluarga, korban sempat menyampaikan rencana untuk kembali ke kediamannya di Pujut, Riau, pada Rabu.
Orang tua korban, TKD, 67, mengatakan pada Selasa (29/9) pagi RS masih terlihat beraktivitas seperti biasa. Tidak ada perubahan perilaku yang dianggap mencurigakan oleh keluarga.
Namun, sekitar pukul 17.00 WIB, keluarga menyadari RS sudah tidak berada di rumah. Mereka kemudian melakukan pencarian ke sejumlah lokasi, termasuk mendatangi rumah teman-teman korban.
Upaya pencarian hingga malam hari belum membuahkan hasil.
Baca Juga: RS Haji Medan Pastikan Siaga Hadapi Influenza A
Keesokan paginya, adik korban, RSY, 28, masuk ke kamar belakang rumah untuk mengambil sesuatu. Saat itulah ia menemukan kakaknya dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Keluarga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian melaporkannya kepada pihak terkait. Berdasarkan keterangan awal keluarga, korban diduga meninggal akibat bunuh diri. Namun, penyebab pasti kematian masih menunggu pemeriksaan pihak berwenang.
Baca Juga: Delapan Paket Sabu Gagal Edar di Binjai, Pengedar asal Palas
TKD mengungkapkan, selama ini dirinya beberapa kali membantu menyelesaikan persoalan utang yang dimiliki RS di wilayah Riau. Kendati demikian, ia mengaku tidak mengetahui apakah korban masih memiliki persoalan utang lainnya.
“Saya tidak mengetahui apakah masih ada persoalan utang lainnya karena korban tidak banyak bercerita kepada saya mengenai masalah yang dihadapinya,” ujar TKD.
RS diketahui selama ini tinggal bersama istri dan tiga anaknya di Pujut, Riau. Sementara terkait kematiannya, pihak keluarga masih menunggu hasil pemeriksaan untuk mengetahui secara pasti penyebab kejadian tersebut. (mag-5/han)
Editor : Johan Panjaitan