Cabdisdik Binjai-Langkat Tindaklanjut Dugaan Penganiayaan Oknum Guru di Sekolah 

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 13:45 WIB
Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Binjai di Kecamatan Binjai. (Teddy Akbari/Sumut Pos)
Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Binjai di Kecamatan Binjai. (Teddy Akbari/Sumut Pos)

 

BINJAI, Sumutpos.jawapos.com- Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Binjai-Langkat, sudah mengetahui dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum guru berinisial YS, Kamis (1/10/2026). Namun demikian, Kacabdisdik Wilayah II Sumut, Abdul Kadir Simorangkir, enggan berkomentar panjang terkait persoalan tersebut.

Muncul dugaan, Cabdisdik Wilayah II mengetahui dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum guru sekaligus pembantu kepala sekolah itu pasca diberitakan. "Baik, segera," ungkap Abdul Kadir ketika dikonfirmasi.

Ditanya lebih lanjut bagaimana sikap Cabdisdik Wilayah II atas dugaan penganiayaan yang kini telah dilaporkan ke Polres Binjai, Abdul Kadir tidak meresponnya. Juga apakah Cabdisdik Wilayah II Sumut pernah mendapat laporan lain atas sikap oknum guru itu, dia tidak memberikan lebih lanjut.

Hanya saja, kata dia, Cabdisdik Wilayah II Sumut sudah menindaklanjuti hal tersebut. "Kami tindaklanjuti," ujarnya singkat.

Baca Juga: Perkuat Sinergi dan Nasionalisme, Kapolres Sergai Hadiri Upacara Hari Kesaktian Pancasila

Sementara, Kepala SMA Negeri 2 Binjai, Juliana br Sitepu mengungkapkan, sudah menggelar rapat bersama pembantu kepala sekolah pasca pemberitaan yang menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Bahkan, kata Juliana, sejumlah guru termasuk wali kelas, sudah mendatangi rumah korban 

"Tetapi anak (korban) tersebut tidak mau, kata orangtua tidak bisa dilihat," kata Juliana, belum lama ini.

Dia juga sudah melaporkan hal ini kepada Cabdisdik Wilayah II Sumut dan dinas pendidikan provinsi atas masalah yang tengah dihadapi YS. "Semalam saya ditelepon dari provinsi untuk menindaklanjuti, kami sudah klarifikasi, orangtuanya tidak mengizinkan untuk melihat anak tersebut," ungkapnya.

Karena kondisi itu, menurut Juliana, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Polres Binjai untuk ditelusuri lebih lanjut dan diselesaikan. "Kami merasa tidak ada macam begini (dugaan penganiayaan) dan kami terima kasih kepada wartawan atas informasinya," tukasnya. 

Baca Juga: Paspor Malaysia Naik ke Peringkat Kedua Dunia, Indonesia Berada di Posisi 56

Dugaan penganiayaan yang menimpa korban diduga terjadi di lingkungan sekolah, Kecamatan Binjai, Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 16.15 WIB. Orangtua korban sudah melaporkan dugaan penganiayaan ini ke Polres Binjai, sesuai dengan nomor: LP/B/510/IX/2026/SPKT/Polres Binjai/Polda Sumatera Utara.

Belum diketahui persis kronologi dan motif dugaan penganiayaan ini terjadi. Namun akibatnya, korban sempat dilarikan ke rumah sakit atas dugaan penganiayaan tersebut. 

Korban merupakan siswa pindahan dari salah satu sekolah menengah atas negeri di Kota Medan dan masuk ke SMAN 2 Binjai saat duduk di bangku kelas XI. (ted/han)

Editor : Johan Panjaitan
cabdisdik binjai-langkat penganiayaan siswa guru