KARO, Sumutpos.jawapos.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Negeri 1 Merdeka, Kabupaten Karo, dihentikan sementara setelah puluhan siswa mengalami keluhan kesehatan usai menyantap makanan program tersebut.
Penghentian dilakukan pascakejadian pada 16 September 2026. Hingga kini, pihak sekolah belum kembali menerima makanan MBG dan masih menunggu hasil pembahasan bersama para orangtua siswa untuk menentukan keberlanjutan program tersebut.
Kepala SMKN 1 Merdeka, Mbina Bangun, mengatakan keputusan menghentikan sementara distribusi MBG di sekolah diambil setelah munculnya dugaan keracunan yang dialami para siswa.
“Untuk sementara MBG kita stop ke sekolah,” kata Mbina saat dikonfirmasi Sumut Pos.
Baca Juga: Sumut Pos Rayakan HUT ke-25, Momentum Refleksi di Tengah Disrupsi Digital
Menurutnya, pihak sekolah dalam waktu dekat akan menggelar rapat bersama orangtua siswa. Pertemuan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan sebelum sekolah menentukan apakah program MBG akan kembali diterima.
“Dalam waktu dekat, kita akan menggelar rapat dengan para orangtua siswa,” ujarnya.
Selama program MBG dihentikan, aktivitas belajar mengajar tetap berlangsung normal. Untuk memastikan kebutuhan makan siswa selama berada di sekolah tetap terpenuhi, pihak sekolah meminta siswa membawa bekal dari rumah.
“Semua siswa kita sarankan bawa bontot dari rumah,” tegas Mbina.
47 Siswa Sempat Dirawat
Sementara itu, kondisi para siswa yang sebelumnya mendapatkan perawatan medis kini telah membaik. Sebanyak 47 siswa sempat mendapat penanganan di RS Amanda Berastagi. Dua siswa di antaranya kemudian dirujuk ke rumah sakit di Medan.
“Semua siswa sudah sembuh dan telah kembali bersekolah,” kata Mbina.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (16/9). Puluhan siswa SMKN 1 Merdeka, Kecamatan Merdeka, mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.
Para siswa kemudian dievakuasi ke RS Amanda Berastagi untuk menjalani pemeriksaan dan mendapatkan penanganan medis.
Baca Juga: Polres Batu Bara Gagalkan Keberangkatan Lima Calon PMI Ilegal ke Malaysia
Berdasarkan informasi yang diperoleh, makanan MBG yang dikonsumsi para siswa disuplai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cinta Rakyat.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Provinsi Sumatera Utara, Zulkarnain Barus, sebelumnya mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Karo untuk memastikan seluruh siswa yang terdampak mendapatkan penanganan.
“Kita berkoordinasi dengan Dinkes Karo untuk memastikan murid kita mendapat penanganan medis. Untuk pembelajaran, kita sampaikan ke sekolah agar anak-anak diperhatikan dan akan dibantu secara baik,” ujarnya.
Zulkarnain saat itu juga berharap kondisi para siswa segera pulih dan dapat kembali mengikuti kegiatan belajar seperti biasa.
Trauma Jadi Pertimbangan
Penghentian sementara MBG tidak hanya berkaitan dengan penanganan pascakejadian. Sebagian siswa disebut masih mengalami trauma dan mengaku khawatir kembali mengonsumsi makanan dari program tersebut.
Kondisi itu menjadi salah satu pertimbangan yang akan dibawa pihak sekolah dalam pembahasan bersama orangtua siswa.
Baca Juga: Turunkan Berat Badan dengan Mengonsumsi Kacang? Ini Pilihannya
Sekolah kini berada pada tahap menunggu hasil pembicaraan tersebut sebelum mengambil keputusan mengenai kelanjutan MBG. Sementara kegiatan pendidikan tetap berjalan dan kebutuhan makan siswa untuk sementara dipenuhi melalui bekal dari rumah.
Dengan seluruh siswa yang sebelumnya dirawat telah kembali ke sekolah, perhatian berikutnya tertuju pada hasil evaluasi serta keputusan bersama mengenai keberlanjutan program MBG di SMKN 1 Merdeka. (deo/han)
Editor : Johan Panjaitan