KARO, Sumutpos.jawapos.com-Ratusan siswa yang terdampak kejadian keracunan setelah menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 1 Berastagi dan Yayasan Perguruan Bersama (YPB) Berastagi menerima tali asih dari PDI Perjuangan.
Tali asih kepada 495 siswa tersebut disalurkan DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara bersama DPC PDI Perjuangan Kabupaten Karo, Sabtu (3/10), di Gedung Kesenian Taman Mejuah-Juah, Kelurahan Gundaling I, Kecamatan Berastagi.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut yang juga anggota DPR RI, Drs Rapidin Simbolon MM, Ketua DPRD Karo Iriani Tarigan, Ketua DPC PDI Perjuangan Karo Feri Edisonta Milala, serta jajaran pengurus partai. Rapidin Simbolon mengatakan, pemberian tali asih tersebut merupakan bentuk kepedulian partai terhadap siswa yang terdampak kejadian MBG. Menurutnya, kegiatan itu tidak semata-mata berkaitan dengan bantuan materi, tetapi juga sebagai bentuk penguatan bagi siswa dan keluarga.
“Kami datang untuk menguatkan mereka agar kesehatan mereka cepat pulih. Kami bergotong royong membantu masyarakat. Bukan sekadar memberikan tali asih, tetapi juga untuk memulihkan mental dan rasa trauma para siswa,” ujar Rapidin.
Baca Juga: Kasat Reskrim dan Narkoba Polres Langkat Dimutasi, AKP Syamsul Bahri Promosi
Dia menyebut, kepedulian tersebut merupakan bagian dari semangat gotong royong yang menjadi prinsip PDI Perjuangan. Rapidin juga berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” katanya.
Menurutnya, pemulihan para siswa tidak hanya menyangkut kondisi kesehatan fisik, tetapi juga kondisi psikologis setelah mengalami keracunan MBG tersebut. “Ini untuk memberikan dorongan semangat dan menghilangkan trauma akibat memakan MBG,” katanya.
Selain memberikan dukungan kepada para siswa, Rapidin mengatakan PDI Perjuangan juga terus mengupayakan persoalan ganti rugi dan bantuan bagi orangtua maupun siswa kepada Badan Gizi Nasional (BGN).
“Kami tetap mendesak pembayaran ganti rugi. Kami akan tetap mengawal program pemerintah ini supaya kejadian serupa tidak terulang lagi,” tegasnya.
Rapidin juga meminta pemerintah lebih berhati-hati dalam menetapkan pihak yang menjadi penyelenggara MBG.
“Pemerintah harus hati-hati dalam menetapkan penyelenggara MBG,” ujarnya.
Ia menyebut kegiatan serupa dalam rangka memberikan dukungan kepada siswa terdampak juga dilakukan PDI Perjuangan di Kabupaten Asahan dan Deliserdang. Rapidin mengatakan, perhatian terhadap para korban tersebut merupakan bagian dari arahan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
“Inilah yang diarahkan dan diajarkan Ibu Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati. PDI Perjuangan akan selalu hadir dan ada untuk masyarakat,” pungkasnya.
Baca Juga: Dugaan Pengaturan Tender Rp2,8 Miliar di Binjai Dilaporkan ke Kejati Sumut
Hal senada dikatakan Ketua DPRD Karo sekaligus Bendahara DPC PDI Perjuangan Karo, Iriani Tarigan. Ia menyampaikan keprihatinannya terhadap para siswa yang terdampak kejadian tersebut. Iriani mengatakan, pihaknya telah berupaya memperjuangkan persoalan tersebut, termasuk melakukan pertemuan dengan Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta untuk membahas pertanggungjawaban atas kejadian yang dialami para siswa.
“Kami tetap berkomitmen memperjuangkan hak-hak anak-anak kita. Anak-anak ini merupakan tanggung jawab wakil rakyat terhadap rakyat,” ujar Iriani.
Menurutnya, pemberian tali asih tidak semata-mata diukur dari nilai materi yang diterima siswa. Lebih dari itu, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan kemanusiaan.
“Hari ini kami menyampaikan tali asih kepada anak-anak kita. Kita tidak berbicara soal nilai materi, tetapi soal kepedulian, rasa memiliki dan kemanusiaan,” katanya.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Karo, Peri Edisonta Milala, menjelaskan, tali asih diberikan dalam bentuk uang tabungan yang difasilitasi melalui Bank BRI.
Ia mengatakan, pemberian tersebut disalurkan berdasarkan data siswa yang telah dihimpun dari sekolah. Pihaknya memastikan bantuan dapat diterima oleh para siswa yang telah terdata.
“Bentuk tali asih yang diberikan berupa uang tabungan yang difasilitasi BRI. Dari seluruh data yang masuk dari sekolah, kami upayakan semuanya tersalurkan dengan tepat. Dananya sudah masuk, sehingga mulai Senin bisa dicek di rekening masing-masing,” ujar Peri.
Baca Juga: Siapa Bilang Tidak Bisa? Ini Cara Memanaskan Telur agar Tetap Aman Dikonsumsi
Salah seorang perwakilan orang tua siswa, Br Ginting, menyampaikan terima kasih kepada PDI Perjuangan atas kepedulian yang diberikan kepada para siswa terdampak. Ia juga mengapresiasi berbagai pihak yang selama ini turut mendampingi para orang tua dan siswa dalam menghadapi dampak kejadian tersebut.
“Kami berterima kasih kepada semua pihak, khususnya PDI Perjuangan yang hari ini memberikan tali asih kepada anak-anak kami. Kami juga tidak melupakan rekan-rekan media dan terutama EMKAP (Elemen Masyarakat Karo Peduli) yang terus mendampingi dan berjuang bersama kami,” ujarnya. (deo/han)