TEBINGTINGGI, Sumutpos.jawapos.com – Kontingen Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tebingtinggi membawa ambisi besar dalam Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Provinsi Sumatera Utara Zona 2 yang digelar di Kabupaten Toba.
Bukan sekadar ambil bagian, kontingen Tebingtinggi membidik prestasi sekaligus peluang mengantarkan peserta didik terbaiknya melaju ke tingkat nasional.
Kontingen berangkat menuju Kabupaten Toba pada Minggu (4/10) dan tiba sekitar pukul 15.00 WIB. Mereka membawa peserta didik dari tiga jenjang pendidikan madrasah, yakni Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA).
Baca Juga: Prancis vs Belgia: Zidane Kejar Kemenangan Perdana di Stade de France
OMI Zona 2 mempertemukan peserta dari lima kabupaten/kota di Sumatera Utara. Selain Tebingtinggi, kompetisi tersebut diikuti kontingen dari Kabupaten Simalungun, Kota Pematangsiantar, Kabupaten Batubara, serta Kabupaten Toba sebagai tuan rumah.
Rangkaian perlombaan dipusatkan di MTsN Balige, Desa Janji Maria, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba. Kegiatan resmi dibuka Senin (5/10) sekitar pukul 08.00 WIB oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Toba, Wanton Naibaho.
Target Juara, Bidik Tiket Nasional
Kakan Kemenag Kota Tebingtinggi MHD David Saragih menegaskan keikutsertaan kontingen bukan sekadar memenuhi agenda kompetisi. OMI menjadi ruang bagi peserta didik madrasah untuk menguji kemampuan sekaligus menunjukkan potensi terbaik yang mereka miliki.
Karena itu, pihaknya memasang target tinggi. Para peserta diharapkan mampu meraih prestasi dan, jika memungkinkan, mengamankan tiket untuk mewakili Sumatera Utara di tingkat nasional.
“Target kita tentunya semua bisa meraih juara. Namun yang paling penting, mudah-mudahan ada beberapa peserta yang nantinya bisa menjadi utusan ke tingkat nasional. Alhamdulillah kalau itu tercapai. Kita tetap memberikan semangat dan dukungan kepada anak-anak,” ujar David.
Baca Juga: Italia vs Turki: Gli Azzurri Bidik Kemenangan Telak
Ia bahkan hadir langsung di lokasi untuk memberikan dukungan kepada para peserta. Kehadiran tersebut sekaligus untuk memastikan kesiapan lokasi perlombaan dan tempat tinggal kontingen selama mengikuti rangkaian OMI.
“Makanya hari ini kita datang kemari untuk memberikan support kepada anak-anak, melihat langsung lokasi perlombaan dan tempat tinggal mereka. Mudah-mudahan seluruh peserta dapat memberikan yang terbaik dan meraih hasil yang membanggakan,” katanya.
Persiapan Matang, Sportivitas Tetap Utama
Ketua Panitia Keberangkatan OMI Tebingtinggi, Muhammad Rum Sitorus, menyebut persiapan peserta dari jenjang MI, MTs, hingga MA telah dilakukan dengan baik.
Meski target prestasi menjadi salah satu tujuan utama, ia mengingatkan peserta agar tidak kehilangan semangat sportivitas selama berkompetisi.
“Persiapan sudah dilakukan dengan baik. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti OMI dengan penuh semangat, menjunjung sportivitas dan membawa nama baik Kota Tebingtinggi,” ujarnya.
Baca Juga: Pertamina Sumbagut Kembali Salurkan Bantuan untuk Pemulihan Banjir Galodo Solok
Kontingen Tebingtinggi juga mendapat pendampingan langsung dari jajaran Kemenag. David didampingi Kasubbag Tata Usaha Khairuddin Noor Hasibuan, Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad) MHD Hatta, Kepala MAN Kota Tebingtinggi Syamsuddin Harahap, Kepala MTs Kota Tebingtinggi Muhammad Rum Sitorus, serta sejumlah pendamping peserta.
Bukan Sekadar Mengejar Medali
OMI menjadi panggung bagi siswa madrasah untuk menguji kemampuan akademik sekaligus membangun mental kompetitif. Bagi kontingen Tebingtinggi, ajang ini diharapkan tidak berhenti pada perolehan medali.
Para peserta mendapat kesempatan memperluas pengalaman, mengukur kemampuan dengan siswa dari daerah lain, sekaligus belajar menghadapi kompetisi secara sehat.
Baca Juga: Jangan Dianggap Sepele, 10 Kalimat Ini Sering Diucapkan Anak yang Takut Mengecewakan Orang Tua
Nilai sportivitas, disiplin, percaya diri, dan keberanian tampil menjadi bagian penting dari proses tersebut.
Dengan dukungan penuh dari Kemenag Kota Tebingtinggi, kontingen diharapkan mampu tampil maksimal. Jika prestasi berhasil diraih, bukan hanya nama peserta yang terangkat, tetapi juga menjadi gambaran bahwa potensi siswa madrasah di Kota Tebingtinggi layak bersaing hingga level lebih tinggi.(zan/han)
Editor : Johan Panjaitan