PDI Perjuangan Sumut Lanjutkan Pemberian Tali Asih untuk Siswa Terdampak MBG di Kisaran

Juli Rambe • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 15:30 WIB
TALI ASIH: DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara memberikan tali asih kepada siswa terdampak di MTsN 2 Asahan, Kisaran, Asahan, Senin (05/10/2026) terhadap 21 orang siswa. (Dok : DPD PDIP Sumut)
TALI ASIH: DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara memberikan tali asih kepada siswa terdampak di MTsN 2 Asahan, Kisaran, Asahan, Senin (05/10/2026) terhadap 21 orang siswa. (Dok : DPD PDIP Sumut)

 

MEDAN, SUMUT POS- DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara memberikan bantuan kepada siswa terdampak MBG di Kabupaten Asahan. Penyerahan tali asih berlangsung di MTsN 2 Asahan, Kisaran, Senin (05/10/2026) terhadap 21 orang siswa.

Sebelumnya, PDI Perjuangan Sumut telah memberikan bantuan di Karo.

Wakil Ketua Bidang Politik DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Sutrisno Pangaribuan, mengatakan pemberian tali asih tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus dukungan moral kepada anak-anak dan keluarga yang terdampak.

Baca Juga: Atlet Renang SD IT Darul Mustafa Borong 5 Medali di SMAPTAMP Swimming Competition

“Kami melanjutkan apa yang sudah dilakukan di Karo. Ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada anak-anak dan keluarga yang terdampak. Kami ingin mereka tahu bahwa mereka tidak sendiri dan ada yang hadir memberikan dukungan di tengah situasi yang mereka hadapi,” ujar Sutrisno.

Menurut Sutrisno, perhatian kepada para siswa tersebut bukan hanya soal bantuan yang diberikan, tetapi juga tentang bagaimana anak-anak dan keluarga mereka merasa didampingi setelah mengalami kejadian yang tidak diharapkan.

“Kita bisa membayangkan bagaimana perasaan anak-anak dan orang tua setelah mengalami kejadian seperti ini. Karena itu, kami ingin datang, bertemu langsung, mendengar dan memberikan sedikit penguatan. Mudah-mudahan mereka segera pulih dan bisa kembali menjalani hari-hari mereka dengan tenang,” katanya.

Untuk siswa yang mengalami kondisi berat hingga harus menjalani perawatan dan dirujuk, bantuan diberikan sebesar Rp2,5 juta per orang (khusus Kabupaten Karo). Sementara siswa yang menjalani rawat inap mendapatkan Rp500 ribu per orang, sedangkan siswa terdampak yang tidak menjalani perawatan memperoleh Rp300 ribu per orang.

“Nilainya mungkin tidak akan menghapus apa yang sudah mereka alami. Tetapi kami berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan dan menjadi tanda bahwa ada orang-orang yang ikut memikirkan mereka. Bagi kami, itu yang paling penting,” ujar Sutrisno.

Semula DPD PDI Perjuangan Provinsi Sumatera Utara menjadwalkan pembagian tali asih di Asahan, Senin (5/10/2026) Pukul 16.00 WIB. Namun akhirnya disesuaikan dengan waktu belajar para siswa di sekolah, Senin (5/10/2026) Pukul 10.00 WIB. 

Bantuan diberikan melalui tabungan yang difasilitasi BRI sehingga dapat dimanfaatkan oleh masing-masing penerima. Sutrisno mengatakan perhatian PDI Perjuangan terhadap para siswa terdampak tidak berhenti pada pemberian tali asih. Menurutnya, perkembangan kondisi anak-anak dan persoalan yang berkaitan dengan pelaksanaan MBG tetap perlu menjadi perhatian bersama.

“Kami berharap anak-anak segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa. Dan tentu kita semua berharap kejadian seperti ini tidak terulang. Anak-anak harus menjadi perhatian utama dalam setiap pelaksanaan program yang menyangkut kebutuhan mereka,” katanya.

Ia menambahkan, pemberian tali asih di Asahan merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang sebelumnya dilakukan di Kabupaten Karo, dan akan dilanjutkan Rabu (7/10/2026) di Kabupaten Deli Serdang. Perhatian tersebut menjadi bagian dari kepedulian kader PDI Perjuangan Sumatera Utara kepada masyarakat yang terdampak persoalan MBG.

“Kami akan terus melihat apa yang dibutuhkan masyarakat di lapangan. Kalau ada yang bisa kami lakukan untuk membantu, kami akan berusaha hadir. Bukan karena ingin sekadar datang memberikan bantuan, tetapi karena kami ingin anak-anak dan keluarga ini tahu bahwa mereka punya banyak orang yang peduli,” ujar Sutrisno.

Kehadiran kader di tengah masyarakat tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan dukungan kepada keluarga yang terdampak sekaligus memastikan mereka tidak menghadapi persoalan tersebut seorang diri.(san/ram)

Editor : Juli Rambe
tali asih siswa keracunan mbg pdip sumut