BINJAI, Sumutpos.jawapos.com– Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Binjai mendorong gerakan “Bergerak, Serentak dan Berdampak” sebagai semangat bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Gerakan tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga membentuk murid yang sehat, cerdas, berkarakter dan kreatif.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Binjai Sofyan Siregar mengatakan, peningkatan mutu pendidikan harus dimulai dari lingkungan belajar yang aman, sehat dan nyaman. Menurutnya, kondisi sekolah memiliki pengaruh besar terhadap kesiapan peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran.
Karena itu, kebersihan lingkungan sekolah, ketersediaan kamar mandi yang sehat dan layak, kantin sehat serta suasana sekolah yang nyaman harus menjadi perhatian bersama.
“Sekolah harus menjadi lingkungan yang aman, sehat dan nyaman bagi anak-anak,” kata Sofyan, Rabu (7/10/2026).
Baca Juga: Polisi Bubarkan Aksi Geng Motor di Binjai, Tiga Remaja beserta Sajam Diamankan
“Kondisi lingkungan sangat berpengaruh terhadap kesiapan dan kenyamanan mereka dalam belajar,” sambungnya.
Pendidikan Tak Bisa Berjalan Sendiri
Menurut Sofyan, membangun kualitas pendidikan juga membutuhkan kemitraan yang kuat. Sekolah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan orang tua, masyarakat, dunia usaha dan dunia kerja, perguruan tinggi maupun berbagai lembaga terkait.
Kolaborasi tersebut dinilai penting agar pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan satuan pendidikan, tetapi menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat.
“Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, kolaborasi antara sekolah, orangtua, pemerintah, masyarakat dan berbagai pihak harus terus diperkuat,” ujarnya.
Di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, Disdik Binjai juga mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan pendidikan.
Namun, Sofyan menegaskan bahwa digitalisasi bukanlah tujuan akhir. Teknologi harus ditempatkan sebagai alat untuk memperkuat tata kelola sekolah, pengelolaan data dan administrasi, mendukung proses pembelajaran serta memperluas akses peserta didik terhadap sumber belajar.
Baca Juga: Sidang Perdana Febrie Adriansyah Dikawal Ketat TNI, 34 Jaksa Disiapkan Kejagung
“Dengan pemanfaatan teknologi secara tepat, proses pendidikan diharapkan menjadi lebih efektif, efisien dan mampu mengikuti perkembangan zaman,” katanya.
Pembelajaran Harus Berpihak kepada Murid
Selain lingkungan dan teknologi, Disdik Binjai menaruh perhatian pada praktik pedagogi yang berpihak kepada kebutuhan murid.
Sofyan menilai pembelajaran tidak semestinya hanya berorientasi pada penyampaian materi. Proses belajar harus mendorong peserta didik aktif, memahami materi secara kontekstual dan mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna.
Begitu pula dengan asesmen. Menurutnya, penilaian tidak boleh sekadar menjadi instrumen untuk mengukur hasil akhir pembelajaran. Asesmen harus menjadi bagian dari proses belajar sehingga guru dapat memahami perkembangan sekaligus kebutuhan setiap murid.
“Pembelajaran harus berpihak pada kebutuhan murid. Guru bukan hanya menyampaikan materi, tetapi juga harus mampu mengakomodasi kebutuhan dan keberagaman peserta didik,” tegas Sofyan.
Ia menyebut setidaknya ada empat aspek penting yang harus bergerak beriringan, yakni lingkungan belajar, kemitraan belajar, pemanfaatan teknologi digital dan praktik pedagogi.
Baca Juga: Cegah Alih Fungsi Lahan, Pemkab Nisel Matangkan Perda Pertanian Berkelanjutan
Keempat aspek tersebut diharapkan bermuara pada tujuan yang sama, yakni menghadirkan pembelajaran berkualitas sekaligus mengembangkan potensi peserta didik secara utuh.
Karena itu, semangat “Bergerak, Serentak, Berdampak” tidak hanya menjadi slogan Disdik Binjai. Gerakan tersebut diharapkan menjadi komitmen bersama untuk mendorong perubahan nyata dalam dunia pendidikan.
“Peningkatan mutu pendidikan tidak mungkin hanya dibebankan kepada sekolah atau pemerintah,” pungkasnya.(ted/han)
Editor : Johan Panjaitan