STABAT, Sumutpos.jawapos.com – Kepedulian terhadap masyarakat di wilayah perbatasan kembali ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Langkat. Berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Langkat, Pemkab Langkat menyerahkan kunci dua rumah hasil program bedah rumah kepada keluarga penerima manfaat di Kecamatan Pematang Jaya.
Masing-masing keluarga menerima bantuan senilai Rp25 juta. Dengan demikian, total bantuan yang disalurkan mencapai Rp50 juta.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Langkat Tiorita br Surbakti mengatakan, bantuan tersebut bersumber dari dana infak dan sedekah aparatur sipil negara (ASN) yang dikelola Baznas Langkat. Menurutnya, program itu merupakan bagian dari upaya menghadirkan pemerintah secara langsung di tengah masyarakat, termasuk hingga kawasan terluar dan perbatasan.
“Semoga rumah ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan membawa kenyamanan serta kebahagiaan bagi keluarga,” ujar Tiorita.
Baca Juga: GIGA Wedding Fest 2026 Kembali Hadir, Tampilkan Konsep Sky Between Us
Ia berharap bantuan tersebut tidak hanya memperbaiki kondisi tempat tinggal, tetapi juga memberikan dampak terhadap kualitas hidup keluarga penerima.
“Mudah-mudahan bantuan ini menjadi berkah dan meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat,” sambungnya.
Penyerahan bantuan berlangsung di Desa Salahaji, Kecamatan Pematang Jaya. Dalam kesempatan tersebut, Tiorita juga bersilaturahmi dan berdialog langsung dengan masyarakat di Halaman SD Negeri 057238 Air Putih.
Kegiatan itu dirangkai dengan bakti sosial terpadu serta pencanangan titik nol Kabupaten Langkat. Berbagai layanan publik dibawa langsung ke tengah masyarakat, mulai dari pasar murah, pemeriksaan kesehatan gratis, sunat massal, pelayanan keluarga berencana, hingga administrasi kependudukan.
Masyarakat juga mendapatkan layanan pembuatan KTP elektronik, kartu keluarga, akta kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA).
Tak hanya itu, Pemkab Langkat menyalurkan makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita, bantuan kursi roda, 30 paket sembako serta 25 paket perlengkapan sekolah bagi siswa kurang mampu yang berprestasi di Kecamatan Pematang Jaya.
Bagi Tiorita, rangkaian pelayanan tersebut menjadi bagian penting dari kehadiran pemerintah. Ia menegaskan, masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan tetap memiliki hak yang sama untuk memperoleh pelayanan dan perhatian.
“Yang paling penting adalah masyarakat dapat merasakan langsung kehadiran pemerintah,” tegasnya.
Baca Juga: Jangan Asal Campur, Kombinasi Buah Ini malah Bikin Pencernaan Bermasalah
“Kita ingin pelayanan dan kepedulian ini benar-benar sampai kepada masyarakat, termasuk yang berada di wilayah terluar Kabupaten Langkat,” lanjut Tiorita.
Untuk memastikan berbagai persoalan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti, Tiorita hadir bersama jajaran kepala perangkat daerah. Kehadiran tersebut, menurutnya, bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari upaya mendengar langsung kebutuhan masyarakat.
“Hari ini saya sengaja mengajak seluruh jajaran perangkat daerah hadir bersama. Bukan untuk menunjukkan banyaknya pejabat yang datang, melainkan untuk menunjukkan bahwa masyarakat tidak menghadapi persoalannya sendirian,” katanya.
“Ada pemerintah yang terus bekerja dan ada masyarakat yang menjadi mitra utama dalam pembangunan daerah,” tambahnya.
Perluas Perlindungan Petani
Perhatian pemerintah juga diarahkan pada aspek perlindungan sosial. Tiorita menghadirkan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Stabat untuk memperkuat kolaborasi dalam memperluas jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya bagi masyarakat yang bekerja sebagai petani di Kecamatan Pematang Jaya.
Di sektor layanan keuangan, Tiorita turut mengajak perwakilan Bank Sumut mendengar langsung aspirasi masyarakat. Salah satu kebutuhan yang disampaikan adalah ketersediaan layanan ATM di Kecamatan Pematang Jaya.
“Saya berharap Bank Sumut dapat segera merealisasikan harapan masyarakat akan tersedianya layanan ATM di Kecamatan Pematang Jaya, sehingga masyarakat lebih mudah dalam melakukan berbagai transaksi keuangan,” harapnya.
Baca Juga: Pemkab Langkat Kucurkan Puluhan Miliar untuk Kecamatan Pematang Jaya
Bagi masyarakat Desa Salahaji, kehadiran pemerintah bersama Baznas Langkat mendapat apresiasi. Berbagai program yang dibawa dinilai memberikan manfaat langsung, terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan.
Rangkaian kegiatan di Pematang Jaya sekaligus menegaskan arah pembangunan Langkat agar tidak hanya terpusat di kawasan perkotaan. Wilayah terluar dan perbatasan tetap menjadi bagian penting dalam memastikan pelayanan publik, perlindungan sosial, dan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata.
Dari Pematang Jaya, pesan itu disampaikan secara sederhana: jarak geografis bukan alasan bagi masyarakat untuk jauh dari pelayanan pemerintah. (ted/han)
Editor : Johan Panjaitan