PDIP Sumut Salurkan Tali Asih untuk 59 Siswa Terdampak MBG di Galang

Juli Rambe • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 20:30 WIB
SISWA: DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara kembali menyalurkan tali asih kepada siswa yang terdampak dugaan keracunan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kali ini, bantuan diberikan kepada 59 siswa di Kecamatan Galang, Kabupaten Deliserdang, Rabu (7/10/2026).(Dok : DPD PDIP Sumut)
SISWA: DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara kembali menyalurkan tali asih kepada siswa yang terdampak dugaan keracunan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kali ini, bantuan diberikan kepada 59 siswa di Kecamatan Galang, Kabupaten Deliserdang, Rabu (7/10/2026).(Dok : DPD PDIP Sumut)

 

MEDAN, SUMUT POS- DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara kembali menyalurkan tali asih kepada siswa yang terdampak dugaan keracunan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kali ini, bantuan diberikan kepada 59 siswa di Kecamatan Galang, Kabupaten Deliserdang, Rabu (7/10/2026).

Pemberian tali asih tersebut dilaksanakan di Aula Bung Karno, lingkungan Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Deliserdang, Lubuk Pakam. Kegiatan ini merupakan bentuk solidaritas PDI Perjuangan Sumatera Utara kepada anak-anak dan keluarga yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dan susu dalam program MBG.

Wakil Ketua Bidang Politik DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Sutrisno Pangaribuan, mengatakan pemberian bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian kader terhadap kondisi yang dialami para siswa dan keluarga mereka.

Baca Juga: Pertamina EP Rantau Buktikan Ketangguhan Pejuang Energi, Kini Buka Sumur Minyak Baru

“Ketika anak mengalami gangguan kesehatan setelah makan di sekolah, yang dirasakan orang tua tentu bukan hal yang ringan. Ada rasa takut, ada kekhawatiran, dan ada pertanyaan apakah kejadian seperti ini akan terulang. Kami datang hari ini untuk berbagi sedikit beban itu dengan keluarga,” ujar Sutrisno.

Ia menjelaskan, tali asih diberikan dalam bentuk tabungan melalui kerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Besaran bantuan disesuaikan dengan kondisi siswa terdampak.

Untuk 59 siswa di Kecamatan Galang yang mengalami gangguan kesehatan, namun tidak sampai menjalani perawatan intensif, rawat inap maupun dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi, masing-masing mendapatkan tabungan BRI sebesar Rp300.000.

“Bantuan ini bukan tentang seberapa besar nilainya. Kami sadar apa yang diberikan tidak akan menghapus pengalaman yang sudah dialami anak-anak dan keluarga. Tetapi dalam semangat gotong royong, kami ingin mengambil bagian, sekecil apa pun, untuk membantu mereka melewati situasi ini,” kata Sutrisno.

Diketahui, kejadian tersebut berlangsung pada Jumat (18/9/2026). Sejumlah siswa dari empat sekolah dasar di Kecamatan Galang mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dan susu MBG.

Keempat sekolah tersebut yakni SDN 101976 Bandar Kuala, SDN 106197 Paku, SDN 101961 Timbang Deli dan SDN 107827 Titi Besi.
Keluhan yang dialami siswa di antaranya sakit perut, mual, muntah dan pusing. Para siswa kemudian mendapatkan penanganan di Puskesmas Galang.

Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Galang Barat yang memasok makanan MBG tersebut kemudian dikenai penghentian operasional sementara selama 20 hari sejak 18 September 2026.

Sutrisno menilai, kejadian tersebut harus menjadi bahan evaluasi dalam pelaksanaan program MBG, khususnya berkaitan dengan keamanan pangan.

Menurutnya, program yang bertujuan memenuhi kebutuhan gizi anak harus mampu memberikan jaminan keamanan bagi siswa dan ketenangan bagi orang tua.

“Kalau kita berbicara tentang anak-anak, ukuran keberhasilan program bukan hanya apakah makanan sampai ke sekolah, tetapi apakah makanan itu aman dan benar-benar memberikan manfaat. Kejadian di Galang harus menjadi pelajaran agar pengawasan diperkuat dan tidak ada lagi anak yang mengalami hal serupa,” tegasnya.

Pemberian tali asih tersebut turut dihadiri jajaran pengurus DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, di antaranya Sekretaris Sutarto, Bendahara Meriahta Sitepu, Muhammad Afan, Samulya Indra, Henry Dumanter Tampubolon, Dameria Pangaribuan dan R Mawarni Tampubolon. (san/ram)

Editor : Juli Rambe
siswa korban mbg korban mbg PDI Perjuangan Sumut