Megawati Perintahkan Kader Hadir di Tengah Rakyat

Juli Rambe • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 23:30 WIB
TALI ASIH: DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara memberikan tali asih kepada siswa yang terdampak dugaan keracunan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gedung Kesenian Open Stage Taman Mejuah-Juah, Berastagi, Kabupaten Karo, Sabtu (3/10/2026).(Dok : DPD PDI Perjuangan Sumut)
TALI ASIH: DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara memberikan tali asih kepada siswa yang terdampak dugaan keracunan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gedung Kesenian Open Stage Taman Mejuah-Juah, Berastagi, Kabupaten Karo, Sabtu (3/10/2026).(Dok : DPD PDI Perjuangan Sumut)

 

KARO, SUMUT POS- DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara telah memberikan tali asih kepada siswa yang terdampak dugaan keracunan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gedung Kesenian Open Stage Taman Mejuah-Juah, Berastagi, Kabupaten Karo, Sabtu (3/10/2026) lalu. Ini sesuai dengan pesan Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara Rapidin Simbolon mengatakan, kehadiran partai di tengah keluarga siswa merupakan bentuk dukungan moral agar anak-anak dapat segera pulih dan kembali menjalani aktivitas mereka.

“Kami hadir untuk memberikan semangat, dorongan, dan penguatan kepada anak-anak kita. Mudah-mudahan mereka segera pulih dan tidak membawa pengalaman ini menjadi trauma. Kami ingin mereka tahu bahwa ada banyak pihak yang peduli dan ikut memberikan dukungan,” ujar Rapidin.

Baca Juga: Progres Pembangunan Jalan Hutaimbaru–Sipiongot Capai 87,93 Persen

Rapidin mengungkapkan, dirinya juga telah menyampaikan perkembangan kondisi anak-anak Karo yang terdampak MBG kepada Megawati Soekarnoputri. Menurutnya, perhatian tersebut menunjukkan bahwa persoalan yang dialami masyarakat di daerah juga menjadi perhatian pimpinan partai.

“Ibu Megawati menanyakan bagaimana perkembangan anak-anak Karo yang terdampak. Saya menyampaikan bahwa kondisi mereka terus kita pantau. Pesan beliau kepada kami adalah agar kader selalu berada di tengah masyarakat, hadir dalam suka maupun duka, memberikan penguatan dan membantu masyarakat melewati masa-masa sulit,” kata Rapidin.

Dalam kegiatan tersebut, DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara memberikan tali asih dalam bentuk tabungan kepada para siswa terdampak. Pemberian dilakukan melalui kerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Adapun besaran tabungan ini disesuaikan dengan kondisi siswa. Anak-anak yang mengalami kondisi berat dan mendapatkan perawatan hingga harus dirujuk memperoleh tabungan sebesar Rp2,5 juta per orang. Sementara siswa yang menjalani rawat inap mendapatkan Rp500 ribu per orang, sedangkan siswa terdampak yang tidak menjalani perawatan mendapatkan Rp300 ribu per orang. 

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara Soetarto mengatakan, pemberian tali asih tersebut merupakan bagian dari kepedulian partai terhadap kondisi siswa dan keluarga yang terdampak MBG. Menurutnya, perhatian tersebut akan dilakukan di sejumlah daerah di Sumatera Utara.

“Semua ini bentuk kepedulian PDI Perjuangan Sumatera Utara terhadap persoalan yang dihadapi adik-adik siswa-siswi yang terdampak MBG. Kami juga terus memantau kondisi mereka, termasuk mengunjungi anak-anak yang masih menjalani perawatan di rumah sakit,” ujar Soetarto.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Karo sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Karo Peri Edisonta Milala menyampaikan laporan mengenai data siswa terdampak MBG di Kabupaten Karo.

Berdasarkan data yang diterima pihaknya, terdapat 495 siswa yang terdampak dan berasal dari sejumlah sekolah di wilayah Berastagi.
Peri merinci, siswa terdampak berasal dari SD Yayasan Bersama sebanyak 28 siswa, SMP Yayasan Bersama 43 siswa, SMA Yayasan Bersama 54 siswa, SMA Negeri 1 Berastagi 325 siswa, serta SMK Negeri Merdeka Berastagi 45 siswa. 

“Kami terus melakukan koordinasi agar seluruh rekening yang masih terkendala data dapat segera diselesaikan, sehingga bantuan dapat diterima oleh seluruh siswa yang telah terdata,” ujar Peri.

Ketua DPRD Kabupaten Karo sekaligus kader PDI Perjuangan Kabupaten Karo, Iriani Br Tarigan mengatakan, perhatian kepada para siswa terdampak tidak berhenti pada pemberian tali asih. PDI Perjuangan bersama Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Karo akan terus mengawal persoalan tersebut, termasuk menyampaikan aspirasi masyarakat kepada Badan Gizi Nasional (BGN).

“Kami akan terus bersama masyarakat dan mengawal persoalan ini. Apa yang menjadi hak dan kebutuhan anak-anak serta orang tua akan terus kami perjuangkan melalui jalur yang ada,” ujar Iriani.

Iriani juga menegaskan bahwa perhatian terhadap pelaksanaan MBG diarahkan pada perbaikan agar program tersebut dapat berjalan semakin baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami berharap ke depan tidak ada lagi anak-anak yang mengalami kejadian seperti ini. Program MBG tetap kita dukung, tetapi pelaksanaannya harus terus diperbaiki, termasuk tata kelolanya, agar keamanan dan kesehatan anak-anak menjadi perhatian utama,” katanya. (san/ram)

Editor : Juli Rambe
korban mbg PDI P Sumut