Dua Tahun Berturut Sergai Jadi Raja Padi di Sumut

Juli Rambe • Dipublikasikan Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:13 WIB
PERTANIAN: Bupati Sergai Darma Wijaya saat turun langsung ke pertanian warga. (Dok: Kominfo Sergai)
PERTANIAN: Bupati Sergai Darma Wijaya saat turun langsung ke pertanian warga. (Dok: Kominfo Sergai)

 

SERGAI, SUMUT POS- Prestasi membanggakan ditorehkan Kabupaten Serdangbedagai (Sergai). Dalam kurun dua tahun berturut-turut, 2024 dan 2025, Sergai berhasil menjadi daerah dengan produksi padi tertinggi pertama di Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Sergai, Dedy Iskandar, saat ditemui di Kantor Dinas Pertanian Sergai di Desa Sei Rejo, Kecamatan Sei Rampah, Jumat (9/10).

"Data dari Badan Pusat Statistik (BPS), tahun 2024 Kabupaten Sergai produksi padinya berada di posisi pertama di Sumut," terang Dedy.

Baca Juga: Kirana Larasati Buka Suara Terkait Dugaan Penipuan Investasi Emas

Ia merinci, pada 2024 luas lahan baku sawah 28.016 hektare, dengan luas panen 51.118 hektare, produksi 333.129 ton Gabah Kering Giling (GKG), produktivitas 6,52 ton per hektare, dengan produksi beras 191.088 ton dan Indeks Pertanaman (IP) 1,82.

Selanjutnya, di tahun 2025, Sergai kembali mempertahankan posisi puncak. Capaian luas lahan 29.666 hektare, luas panen 55.196 hektare, produksi padi 356.508 ton GKG, dengan produktivitas 6,46 ton per hektare dan IP 1,86.

Dedy menjelaskan, peningkatan ini tidak lepas dari berbagai bantuan yang disalurkan Dinas Pertanian yang bersumber dari APBD maupun APBN.

"Di tahun 2025 kami telah menyalurkan Traktor Roda 2 sebanyak 29 unit, Traktor Roda 4 sebanyak 20 unit, Combine Harvester Besar 13 unit, serta pompa air 47 unit kepada kelompok tani," paparnya.

Selain alsintan, bantuan benih padi sebanyak 153,975 ton dan benih jagung 42,785 ton juga telah disalurkan kepada petani.

Menurutnya, keberhasilan Sergai menjadi lumbung padi Sumut tidak terlepas dari komitmen Bupati Sergai Darma Wijaya dan Wakil Bupati Adlin Tambunan terhadap program cetak sawah mandiri yang berkelanjutan.

Ia memaparkan, total cetak sawah mandiri dari 2016 hingga September 2025 mencapai 983,75 hektare. 

Rinciannya: 2016 seluas 1 Ha, 2017 seluas 50 Ha, 2018 seluas 11 Ha, 2019 seluas 75 Ha, 2020 seluas 231 Ha, 2021 seluas 111 Ha, 2022 seluas 234,8 Ha, 2023 seluas 103 Ha, 2024 seluas 104 Ha, dan 2025 hingga September seluas 62,94 Ha. Saat ini total areal persawahan di Sergai hampir 30.000 Ha.

Selain program mandiri, ada juga program cetak sawah rakyat bantuan Kementerian Pertanian yang tahun 2026 direncanakan seluas 262 Ha dan sudah terealisasi 122 Ha melalui Balai Besar Lahan dan Irigasi Pertanian (BBILP) Sumut.

Gratis PBB Sawah di Bawah 7 Rante

Sebagai bentuk kepedulian, Bupati dan Wakil Bupati Sergai juga membebaskan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi petani pemilik sawah seluas 7 rante atau 2.800 M2 ke bawah.

"Pembebasan PBB berlaku untuk satu petani satu NIK, dengan luas sawah 7 rante ke bawah," jelas Kepala Bapenda Sergai, Sri Rahmayani. (fad/ram)

Editor : Juli Rambe
sawah panen padi