MEDAN, SUMUT POS- Bencana banjir melanda Kabupaten Langkat dan Kota Binjai, Sumatera Utara (Sumut), Senin (12/10/2026). Banjir terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi.
Kepala BPBD Sumatera Utara, Tuahta Ramajaya Saragih, mengatakan di Kabupaten Langkat, banjir dilaporkan terjadi di Desa Sekoci, Kecamatan Besitang. Sementara itu, di Kota Binjai, banjir melanda Kelurahan Mencirim, Kecamatan Binjai Timur.
“Berdasarkan laporan sementara yang kami terima, banjir terjadi di Kabupaten Langkat dan Kota Binjai pada Senin, 12 Oktober 2026. Penyebabnya adalah curah hujan yang cukup tinggi,” kata Tuahta saat memberikan keterangannya kepada Sumut Pos, Senin (12/10/2026).
Baca Juga: BMKG: Tanggal 12- 19 Oktoner Sumut Dilanda Cuaca Ekstrem
Ia menjelaskan, laporan dari kedua daerah tersebut masih bersifat sementara. Petugas BPBD kabupaten dan kota masih melakukan pendataan untuk mengetahui luas wilayah terdampak, jumlah warga yang terkena dampak, serta kemungkinan adanya kebutuhan evakuasi.
“Untuk saat ini, pendataan masih berlangsung di lapangan. Kami terus berkoordinasi dengan BPBD kabupaten dan kota agar perkembangan situasi di lokasi terdampak dapat diketahui dan penanganannya bisa dilakukan sesuai kebutuhan,” ujarnya.
BPBD Kabupaten Langkat telah berada di lokasi untuk melakukan asesmen atau penilaian terhadap kondisi wilayah terdampak. Petugas juga berkoordinasi dengan pemerintah setempat guna memastikan langkah penanganan yang diperlukan.
Meski demikian, laporan sementara menyebutkan tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka akibat kejadian tersebut.
Pemerintah Kabupaten Langkat bersama BPBD setempat terus memantau perkembangan situasi. Personel BPBD disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan diperlukan evakuasi apabila kondisi banjir memburuk atau membahayakan keselamatan warga.
BPBD Sumut juga telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Langkat untuk mendukung penanganan bencana di lokasi terdampak.
Selain Kabupaten Langkat, banjir juga dilaporkan terjadi di Kota Binjai, tepatnya di Kelurahan Mencirim, Kecamatan Binjai Timur.
Pemerintah Kota Binjai melalui instansi terkait juga melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat untuk mengetahui kondisi terkini wilayah terdampak.
Tim BPBD Kota Binjai tetap bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi perkembangan situasi. Kesiapsiagaan ini dilakukan agar petugas dapat segera memberikan bantuan apabila kondisi di lapangan membutuhkan penanganan lebih lanjut.
“Untuk Kota Binjai, laporan sementara juga masih dalam proses pendataan. Petugas BPBD setempat berada di lokasi untuk memantau kondisi dan bersiaga apabila diperlukan langkah evakuasi,” ujar Tuahta.
Tuahta menegaskan, informasi mengenai banjir di Kabupaten Langkat dan Kota Binjai masih dapat berubah seiring dengan proses pendataan yang dilakukan petugas di lapangan.
Karena itu, pemerintah daerah melalui BPBD masing-masing terus memantau kondisi wilayah terdampak, berkoordinasi dengan aparat setempat, serta menyiapkan personel untuk mengantisipasi kebutuhan penanganan darurat.
“Data yang kami sampaikan saat ini masih bersifat sementara. Petugas masih melakukan pendataan di lokasi, sehingga perkembangan mengenai dampak banjir akan mengikuti hasil asesmen di lapangan,” katanya.
Hingga Senin pagi, kedua lokasi banjir tersebut masih dalam penanganan dan pendataan oleh pemerintah setempat. Belum ada informasi mengenai jumlah pasti warga terdampak, pengungsi, maupun kerugian material akibat bencana tersebut.
BPBD Sumut bersama BPBD Kabupaten Langkat dan BPBD Kota Binjai terus memantau situasi serta menyiagakan personel untuk mengantisipasi kemungkinan perkembangan kondisi banjir di kedua wilayah tersebut.(san/ram)
Editor : Juli Rambe