Alpon Sirait Usulkan Ketua Panitia Natal Oikumene Batu Bara dari TNI, Dandim Respons Positif

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 19:45 WIB
Dandim 0208/Asahan, Letkol Inf. Edy Syahputra, S.H., M.I.P. saat menerima audensi Anggota DPRD Batubra, Alpon Sirait, ST bersama 
sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Kristen  di Batubara,  Senin (12/10/2026). (Liberti H Haloho/Sumut Pos)
Dandim 0208/Asahan, Letkol Inf. Edy Syahputra, S.H., M.I.P. saat menerima audensi Anggota DPRD Batubra, Alpon Sirait, ST bersama sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Kristen di Batubara, Senin (12/10/2026). (Liberti H Haloho/Sumut Pos)

 

BATU BARA, Sumutpos.jawapos.com – Menjelang perayaan Natal Oikumene Kabupaten Batu Bara Tahun 2026, penguatan toleransi dan sinergi lintas elemen menjadi perhatian sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Kristen. Salah satu usulan yang mengemuka adalah menunjuk perwira TNI sebagai Ketua Umum Panitia Natal Oikumene.

Usulan tersebut disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Batu Bara, Alpon Sirait, ST, saat bersama sejumlah pimpinan ormas Kristen beraudiensi dengan Dandim 0208/Asahan, Letkol Inf. Edy Syahputra, S.H., M.I.P., Senin (12/10/2026).

Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Dandim itu tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga membahas pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama serta memastikan perayaan Natal mendatang berlangsung aman, tertib, dan penuh kedamaian.

Baca Juga: Banjir Rendam Langkat dan Binjai, BPBD Sumut: Belum Ada Korban Jiwa

Dalam audiensi tersebut, Alpon didampingi Ketua PIKI Kabupaten Batu Bara, St. Hitler Mauliate, S.Pd., Bendahara PGID Kabupaten Batu Bara, St. Oskar Panjaitan, serta Ketua MUKI Kabupaten Batu Bara, Pdt. Harland Sianturi, S.Th.

Alpon menegaskan, toleransi merupakan fondasi penting dalam menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat, terutama di tengah keberagaman keyakinan dan latar belakang masyarakat Kabupaten Batu Bara.

Menurutnya, perbedaan tidak seharusnya menjadi sekat yang memisahkan masyarakat. Sebaliknya, sikap saling menghormati dan menghargai harus terus dirawat agar keberagaman menjadi kekuatan dalam memperkokoh persatuan.

Semangat tersebut, lanjutnya, perlu diwujudkan melalui kerja sama nyata antara tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, pemerintah daerah, serta unsur TNI dan Polri.

Dandim 0208/Asahan Letkol Inf. Edy Syahputra menyambut baik audiensi tersebut. Ia mengapresiasi inisiatif para tokoh dan pimpinan ormas Kristen yang membangun komunikasi dengan jajaran TNI dalam menjaga stabilitas keamanan dan keharmonisan masyarakat.

Baca Juga: Minta Tunda RAT 2025, DPRD Medan Soroti Kejanggalan Laporan Keuangan KPUM

Terlebih, perayaan Natal Oikumene Kabupaten Batu Bara Tahun 2026 membutuhkan dukungan berbagai pihak agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung lancar dan khidmat.

Sinergi lintas elemen dinilai penting untuk menciptakan suasana yang kondusif sekaligus memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat yang majemuk.

Usulkan Ketua Panitia dari TNI

Dalam pertemuan itu, Alpon secara khusus mengusulkan agar Ketua Umum Panitia Natal Oikumene Kabupaten Batu Bara Tahun 2026 berasal dari kalangan TNI.

Usulan tersebut dimaksudkan untuk mempererat hubungan antara umat Kristiani dan jajaran TNI sekaligus memperluas keterlibatan berbagai unsur dalam menyukseskan perayaan Natal.

Alpon menyebut, Dandim merespons positif usulan tersebut. Bahkan, menurut Alpon, Dandim langsung menghubungi Danramil Lima Puluh, Kapten Simanjuntak, untuk menindaklanjuti pembicaraan mengenai rencana tersebut.

“Pak Dandim sangat merespons positif permintaan itu. Saat itu juga beliau menghubungi Danramil Lima Puluh, Kapten Simanjuntak. Rencananya, besok akan dilakukan pertemuan,” ujar Alpon.

Baca Juga: Hakim Murka Saksi Sidang Korupsi Jasa Pandu KSOP Belawan Tidak Hadir

Rencana pertemuan lanjutan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membahas tindak lanjut usulan, termasuk kemungkinan keterlibatan unsur TNI dalam kepanitiaan Natal Oikumene tahun ini.

Alpon berharap komunikasi yang telah terbangun dapat memperkuat kolaborasi antarlembaga dan organisasi keagamaan. Dengan demikian, perayaan Natal Oikumene tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga momentum mempererat persaudaraan dan memperkokoh toleransi.

Ia menegaskan, semangat kebersamaan perlu terus dijaga agar masyarakat Kabupaten Batu Bara dapat hidup berdampingan secara damai, saling menghormati, serta bersama-sama menjaga persatuan dan kondusivitas daerah. (lib/han)

Editor : Johan Panjaitan
nata oikumene dandim TNI panitia umat kristiani