Banjir Rendam Besitang Langkat, Ratusan KK Terdampak, Empat Posko Pengungsian Didirikan

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 20:00 WIB
Petugas saat bersiap melakukan evakuasi ke titik banjir di Kecamatan Besitang, Langkat. (Istimewa/Sumut Pos )
Petugas saat bersiap melakukan evakuasi ke titik banjir di Kecamatan Besitang, Langkat. (Istimewa/Sumut Pos )

 

STABAT, Sumutpos.jawapos.com – Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Langkat, Minggu (11/10/2026) malam, memicu banjir di sejumlah wilayah Kecamatan Besitang.

 Sedikitnya lima dusun di Desa Sekoci terendam, ratusan kepala keluarga terdampak, sementara ketinggian air di sejumlah titik mencapai 150 sentimeter atau setinggi dada orang dewasa.

Banjir tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga mengganggu akses transportasi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Medan–Banda Aceh yang melintasi Kecamatan Besitang. Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat terganggu dan membutuhkan penanganan cepat dari petugas.

Baca Juga: Polres Paluta Gerebek Dua Terduga Pengedar Sabu di Portibi, Uang Rp3 Juta Disita

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Langkat, Muhammad Ansyari, mengatakan lima dusun di Desa Sekoci menjadi wilayah terdampak banjir dengan jumlah warga yang cukup besar.

“Dusun Sejambu tercatat terdampak banjir sebanyak 220 KK, Dusun Sidodadi 240 KK, Dusun Pantai Pulau 75 KK, Dusun Sukaramai 114 KK, dan Dusun Sekoci 70 KK,” ungkap Ansyari dalam keterangan tertulis, Senin (12/10/2026).

Untuk menangani dampak banjir dan menampung warga yang harus meninggalkan rumah, BPBD Langkat mendirikan empat posko pengungsian di Kecamatan Besitang.

Posko pertama didirikan di Dusun Sekoci dengan 40 kepala keluarga mengungsi. Posko kedua berada di Dusun Sidodadi yang menampung 80 KK, disusul posko di Dusun Sukaramai dengan 120 KK, serta posko di Dusun Sejambu dengan 30 KK.

Pendirian posko tersebut menjadi bagian dari upaya penanganan darurat, menyusul meningkatnya debit air yang merendam permukiman warga.

Baca Juga: PKL Jalan Olahraga Tagih Janji Pemko Binjai, Bantuan CSR Rp127 Juta Tak Kunjung Cair

Ansyari menyebutkan, ketinggian air di Desa Sekoci mencapai 100 hingga 150 sentimeter. Sementara di Desa Aras Napal, genangan berkisar 50–100 sentimeter. Adapun di Kelurahan Kampung Lama, ketinggian air tercatat antara 10 hingga 30 sentimeter.

Meski banjir merendam sejumlah wilayah, BPBD Langkat memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir,” tegasnya.

Saat ini, BPBD Langkat terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat untuk mempercepat penanganan dampak banjir. Petugas juga melakukan evakuasi warga ke lokasi yang lebih aman dan menyalurkan bantuan logistik bagi masyarakat terdampak.

Di tengah penanganan banjir di Besitang, genangan juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Padang Tualang. Jalan lintas di Dusun I Sumur Bor ikut terendam sehingga menyulitkan masyarakat yang hendak melintas.

Baca Juga: Minta Tunda RAT 2025, DPRD Medan Soroti Kejanggalan Laporan Keuangan KPUM

Kondisi jalan yang tergenang juga dinilai berisiko bagi pengguna jalan, terutama apabila arus air cukup deras. Masyarakat diimbau berhati-hati dan menghindari menerobos genangan yang berpotensi membahayakan keselamatan.

BPBD Langkat terus memantau perkembangan kondisi di lapangan untuk mengantisipasi kemungkinan meluasnya dampak banjir, sekaligus memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi.(ted/han)

Editor : Johan Panjaitan
bpbd langkat pengungsi posko banjir besitang