Banjir Besitang Rendam Permukiman hingga 1,5 Meter, 719 KK Terdampak dan Warga Mengungsi

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:00 WIB
Pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak banjir. (Diskominfo Langkat/Sumut Pos )
Pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak banjir. (Diskominfo Langkat/Sumut Pos )

 

LANGKAT, Sumutpos.jawapos.com – Banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, mendorong pemerintah daerah bergerak cepat melakukan penanganan. Sebanyak 719 kepala keluarga (KK) terdampak, sementara ratusan warga terpaksa mengungsi untuk menghindari risiko banjir yang dipicu meluapnya Sungai Besitang.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengintensifkan evakuasi, pendataan warga, penyaluran bantuan logistik, hingga pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian, Selasa (13/10/2026).

Berdasarkan laporan sementara Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana BPBD Langkat, banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan debit Sungai Besitang meningkat hingga meluap ke permukiman warga.

Di Desa Sekoci, ketinggian air mencapai 100–150 sentimeter. Sementara itu, Desa Arasnapal terendam dengan ketinggian air 50–100 sentimeter. Adapun di Kelurahan Kampung Lama, ketinggian air berkisar 10–30 sentimeter.

Baca Juga: Jangan Asal Buang! 5 Bahan Rumahan Ini Bisa Bantu Usir Bau Menyengat dari Tempat Sampah

Dampak hujan deras juga dirasakan di Kecamatan Salapian. Derasnya arus Sungai Salapian mengikis tanah penyangga pondasi jembatan di Desa Ujung Teran sehingga berpotensi mengganggu keamanan infrastruktur dan akses masyarakat.

BPBD Langkat mencatat 719 KK terdampak banjir di Kecamatan Besitang. Rinciannya, Dusun Sejambu sebanyak 220 KK, Dusun Sidodadi 240 KK, Dusun Pantai Pulau 75 KK, Dusun Suka Ramai 114 KK, dan Dusun Sekoci 70 KK.

Hingga laporan sementara disampaikan, belum ada korban jiwa yang dilaporkan.

Warga Mengungsi, Air Mulai Surut

Untuk mengantisipasi risiko banjir, sejumlah lokasi pengungsian disiapkan bagi warga terdampak. Empat posko menampung warga dari beberapa dusun, yakni Posko Dusun Sekoci sebanyak 40 KK, Dusun Sidodadi 80 KK, Dusun Suka Ramai 120 KK, dan Dusun Sejambu 30 KK.

Selain itu, sekitar 300 warga Kelurahan Kampung Lama mengungsi di Masjid Raya Besitang, tepat di depan Puskesmas Besitang. Sebanyak 70 warga Desa Sekoci juga mengungsi di sebuah madrasah di Dusun Sekoci.

Kepala Pelaksana BPBD Langkat Ansyari mengatakan, berdasarkan pemantauan tim di lapangan pada Senin (12/10/2026) sore, ketinggian air di Desa Sekoci mulai menunjukkan penurunan.

Baca Juga: Arab Saudi Cegat Rudal Houthi Menuju Riyadh, Bandara Masih Lumpuh Usai Serangan Mematikan

Meski demikian, pemantauan terus dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi serta memastikan keselamatan masyarakat.

BPBD Langkat berkoordinasi dengan pihak kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat dalam pelaksanaan evakuasi, pendataan dampak bencana, serta penyaluran bantuan. Personel juga disiagakan di Posko Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) untuk memantau perkembangan situasi dan memperkuat koordinasi antarinstansi.

Bantuan Logistik Disalurkan Bertahap

Di tengah upaya penanganan banjir, pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi menjadi perhatian pemerintah daerah.

Ansyari menjelaskan, BPBD Langkat telah menyalurkan bantuan logistik secara bertahap. Pada Minggu (11/10/2026), bantuan yang diberikan berupa 10 kotak mi instan, sembilan karung beras, dan satu kotak minyak goreng.

Bantuan kembali disalurkan pada Senin (12/10/2026), terdiri atas 50 karung beras dan 50 kotak mi instan untuk pengungsi di Besitang.

Pada hari yang sama, bantuan dari Dinas Sosial yang diserahkan melalui Camat Besitang juga didistribusikan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga selama berada di pengungsian.

Bantuan tersebut meliputi 30 karung beras masing-masing seberat 10 kilogram, 30 kotak mi instan, 30 papan telur, 150 paket pakaian anak, 100 stel pakaian bayi, 200 potong pakaian dewasa, 75 selimut, 30 paket family kit, dan 30 paket kidsware.

Selain itu, disalurkan pula dua kotak makanan anak, tiga kotak makanan siap saji, 10 tenda gulung, dan dua unit tenda prisma.

Baca Juga: Tak Perlu Gosok Keras! Begini Cara Meluruhkan Kerak Putih di Teko Listrik

Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, terutama keluarga yang belum dapat kembali ke rumah karena kondisi lingkungan belum sepenuhnya aman.

Pelayanan Kesehatan Tetap Berjalan di Tengah Banjir

Penanganan banjir tidak hanya berfokus pada evakuasi dan bantuan kebutuhan pokok. Pelayanan kesehatan juga terus diberikan kepada warga di lokasi pengungsian.

Puskesmas Besitang mengerahkan tenaga kesehatan untuk melakukan pemeriksaan secara bergerak (mobile) di sejumlah titik, termasuk Masjid Raya Besitang dan madrasah di Desa Sekoci.

Dari pemeriksaan sementara, keluhan yang paling banyak ditemukan adalah batuk dan pilek.

Namun, pelayanan kesehatan di Desa Sekoci masih menghadapi kendala distribusi obat lantaran akses jalan belum dapat dilalui akibat banjir. Untuk sementara, bidan Pustu yang bertugas di wilayah tersebut memanfaatkan persediaan obat yang tersedia di rumahnya.

Baca Juga: Siap-Siap Ketiban Hoki! 5 Zodiak Ini Diramal Punya Pekan Beruntung

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri dalam memastikan warga terdampak tetap memperoleh penanganan medis, terlebih sebagian tenaga kesehatan di Besitang turut terdampak banjir.

Meski begitu, pelayanan kesehatan tetap diupayakan melalui pembagian tugas antara tenaga medis di lapangan dan Puskesmas Besitang yang beroperasi selama 24 jam.

Pemkab Langkat bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan, menyalurkan bantuan, dan menjaga pelayanan dasar bagi masyarakat. Meski air di sejumlah titik mulai surut, upaya penanganan tetap diperlukan untuk memastikan warga dapat kembali beraktivitas dengan aman dan kondisi Besitang berangsur pulih. (ted/han)

Editor : Johan Panjaitan
mengungsi banjir permukiman besitang bpbd