MEDAN, SUMUT POS- Kabut asap yang menyelimuti Kota Medan dan sejumlah daerah di sekitarnya menjadi perhatian Anggota Komisi E DPRD Sumatera Utara (Sumut), Hendra Cipta.
Hendra Cipta meminta pemerintah mengambil langkah konkret untuk melindungi masyarakat dari dampak paparan asap.
Menurutnya, upaya penanganan tidak cukup hanya dengan memberikan imbauan, tetapi juga harus disertai tindakan nyata, seperti sosialisasi mengenai bahaya kabut asap dan pembagian masker kepada masyarakat.
Baca Juga: Rudi Alfahri Rangkuti Minta Tanggul Diperbaiki hingga Sungai Dikeruk
“Masyarakat harus menjaga kesehatan dan melindungi diri dari paparan asap. Kalau beraktivitas di luar ruangan, terutama di tempat yang kondisi udaranya kurang baik, sebaiknya menggunakan masker untuk mengurangi paparan partikel yang dapat mengganggu pernapasan,” ujar Hendra saat memberikan keterangan kepada Sumut Pos, Rabu (14/10/2026).
Hendra mengatakan, pemerintah melalui instansi terkait harus memperluas sosialisasi kepada masyarakat. Penyampaian informasi dapat dilakukan melalui berbagai saluran, mulai dari media massa, portal berita, media sosial, hingga kegiatan edukasi langsung di lingkungan masyarakat.
“Jangan sampai masyarakat tidak mengetahui apa yang harus dilakukan ketika kabut asap menyelimuti daerah mereka. Pemerintah harus aktif memberikan informasi dan sosialisasi secara luas mengenai dampak asap terhadap kesehatan serta cara melindungi diri,” katanya.
Politikus Partai Amanat Nasional (PAN( itupun mendorong instansi yang menangani kebencanaan dan kesehatan, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta perangkat daerah terkait, untuk berkoordinasi dalam menyampaikan informasi yang mudah dipahami masyarakat.
“Informasi ini harus disampaikan secara masif. Gunakan semua saluran komunikasi yang tersedia, baik media massa maupun portal berita, supaya pesan pemerintah bisa menjangkau masyarakat secara luas,” ungkapnya.
Menurutnya, tidak semua masyarakat memiliki kesadaran untuk menggunakan masker secara mandiri. Karena itu, pemerintah perlu mengambil inisiatif dengan menyediakan masker di lokasi-lokasi yang mudah dijangkau, khususnya di kawasan dengan aktivitas masyarakat yang tinggi.
Ia menambahkan, masker yang dibagikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan perlindungan terhadap partikel asap dan kondisi masyarakat. Pemerintah perlu memastikan jenis masker yang dipilih sesuai dengan tujuan penggunaannya, sehingga masyarakat memperoleh perlindungan yang memadai.
Hendra juga menyebutkan bahwa pembagian masker sebaiknya dilakukan secara terarah, dengan mempertimbangkan lokasi yang terdampak kabut asap serta kelompok masyarakat yang lebih rentan terhadap gangguan pernapasan.
“Kalau memang situasinya semakin buruk, pemerintah harus cepat mengambil tindakan. Masker bisa dibagikan di berbagai titik, kemudian disertai sosialisasi agar masyarakat memahami pentingnya melindungi diri dari paparan asap,” ujarnya.
Hendra berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memantau perkembangan kondisi kabut asap di Medan dan wilayah sekitarnya. Pemantauan tersebut diperlukan agar langkah penanganan dapat dilakukan sesuai dengan kondisi di lapangan dan kebutuhan masyarakat.
“Yang paling penting, masyarakat jangan dibiarkan menghadapi kondisi ini tanpa informasi dan perlindungan yang memadai. Pemerintah harus hadir melalui sosialisasi, pembagian masker, dan langkah-langkah lain yang dibutuhkan agar dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat dapat diminimalkan,” pungkasnya.(san/ram)
Editor : Juli Rambe