KARO, Sumutpos.jawapos.com– Asap putih tebal menyelimuti wilayah Kabupaten Karo dalam dua hari terakhir. Tak hanya mengganggu jarak pandang, asap yang menutupi lereng, perbukitan hingga kawasan pegunungan itu juga mulai memicu keluhan kesehatan warga.
Sejumlah warga, terutama petani dan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, mengaku mengalami gangguan pernapasan hingga mata terasa perih akibat paparan asap. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran, terlebih ketika keluhan serupa mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah.
“Terganggu sekali. Asap ini mengganggu pernapasan dan menyebabkan sesak. Mata juga terasa perih,” keluh Rianto Barus, warga Desa Pertumbuken, Kecamatan Barusjahe.
Baca Juga: ITSI Laksanakan Wisuda, 445 Berhasil Menyandang Gelar
Menurut Rianto, persoalan asap bukan satu-satunya hal yang meresahkan warga. Dalam dua pekan terakhir, banyak masyarakat di Kabupaten Karo dilaporkan mengalami gejala influenza, demam, dan batuk.
Bahkan, ia menyebut sejumlah rumah sakit di Karo mulai kesulitan menyediakan ruang perawatan karena banyaknya pasien yang menjalani pengobatan.
“Rumah sakit di Karo sudah sulit mendapatkan ruang perawatan karena banyaknya pasien yang dirawat akibat terserang influenza,” ungkapnya.
Meski demikian, peningkatan keluhan penyakit tersebut belum dapat dipastikan berkaitan langsung dengan kondisi asap. Diperlukan data dari fasilitas kesehatan serta pemeriksaan tenaga medis untuk mengetahui penyebab dan perkembangan kasus yang terjadi.
Di tengah situasi tersebut, masyarakat berharap pemerintah tidak hanya memberikan perlindungan sementara, tetapi juga segera menelusuri sumber asap dan memastikan kondisi kualitas udara di wilayah Karo.
Baca Juga: ATM Emas Pegadaian Telah Hadir!
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Karo melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Kesehatan telah membagikan masker gratis kepada warga dan anak-anak sekolah di sepanjang Jalan Veteran dan Jalan Kapten Bangsi Sembiring, Kabanjahe, Kamis (15/10).
Pembagian masker tersebut menjadi salah satu langkah pencegahan untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat paparan udara yang diduga tercemar asap. Namun, upaya tersebut dinilai perlu diikuti pemantauan kualitas udara, identifikasi sumber asap, serta penanganan yang sesuai dengan kondisi di lapangan.
Informasi mengenai tingkat pencemaran udara dan imbauan kesehatan juga perlu disampaikan secara terbuka agar masyarakat dapat mengambil langkah perlindungan yang tepat, terutama saat harus beraktivitas di luar ruangan.
Baca Juga: PB ESI Dorong Pembinaan Berkelanjutan untuk Tingkatkan Prestasi Atlet Esports
Warga yang mengalami sesak napas atau gangguan pernapasan berat diimbau segera mencari pertolongan medis. Di tengah asap yang masih menyelimuti wilayah Karo, keselamatan dan kesehatan masyarakat menjadi hal yang tidak boleh diabaikan.(deo/han)
Editor : Johan Panjaitan