MEDAN, SUMUT POS - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menghentikan sementara pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu mengatasi kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatera Utara, termasuk Kota Medan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara, Tuahta Ramajaya Saragih, mengatakan keputusan menghentikan sementara OMC dinilai cukup berhasil sehingga untuk sementara waktu tidak perlu dilanjutkan.
“Untuk sementara, mulai hari ini operasi modifikasi cuaca kita hentikan terlebih dahulu. Sebelumnya, operasi ini sudah berlangsung selama empat hari dan hasilnya cukup baik,” ujar Tuahta saat memberikan keterangan kepada Sumut Pos, Senin (19/10/2026).
Ia menjelaskan, penghentian sementara tersebut bukan berarti upaya penanganan kabut asap telah berakhir sepenuhnya. Pemprov Sumut tetap memantau perkembangan kondisi cuaca dan kualitas udara di wilayah yang terdampak kabut asap.
“Kalau nanti kondisi kembali memburuk, misalnya dalam beberapa hari ke depan atau satu minggu ke depan asap kembali parah, operasi modifikasi cuaca bisa kita lanjutkan lagi,” katanya.
Tuahta menegaskan, pemerintah daerah tidak menutup kemungkinan untuk kembali melakukan penyemaian awan apabila kondisi cuaca memungkinkan dan langkah tersebut dinilai diperlukan untuk membantu mengurangi dampak kabut asap.
Lebih lanjut, Tuahta mengatakan evaluasi terhadap pelaksanaan OMC akan menjadi bagian penting dalam menentukan langkah penanganan berikutnya. Pemerintah akan melihat perkembangan kondisi cuaca serta tingkat keparahan kabut asap sebelum mengambil keputusan untuk kembali mengaktifkan operasi.
Operasi modifikasi cuaca merupakan salah satu upaya yang dilakukan Pemprov Sumut untuk membantu mengatasi kabut asap melalui penyemaian awan guna mendorong terjadinya hujan. Hujan diharapkan dapat membantu membersihkan partikel di udara dan mengurangi dampak kabut asap yang dirasakan masyarakat.
BPBD Sumut memastikan kesiapan untuk kembali melakukan koordinasi apabila kondisi memburuk. Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap penanganan kabut asap dapat dilakukan secara terukur dan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
Tuahta menambahkan, perkembangan situasi akan terus menjadi perhatian pemerintah daerah. Apabila kabut asap kembali meningkat dan membutuhkan penanganan melalui modifikasi cuaca, operasi tersebut dapat kembali dijalankan setelah melalui koordinasi dan pertimbangan yang diperlukan.(san/ram)
Editor : Juli Rambe