MEDAN, SUMUT POS- Kualitas udara di Sumatera Utara, khususnya Kota Medan, mulai menunjukkan indikasi perbaikan setelah hujan turun menyusul pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menangani dampak kabut asap.
Sekretaris Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Hamid Rizal, mengatakan hujan yang turun pada Sabtu kemarin maupun sampai hari ini memberikan dampak positif terhadap kondisi lingkungan.
Hujan tersebut dinilai cukup efektif membantu mengurangi dampak asap yang sebelumnya mengganggu kualitas udara.
Baca Juga: Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba di Sunggal, Seorang Pengguna Diamankan
“Pada hari Jumat sudah dilakukan operasi awal. Kemudian, pada hari Sabtu turun hujan dan itu sangat efektif. Pada Senin pagi kondisi cuaca sempat kurang baik, tetapi siangnya kembali turun hujan,” ujar Hamid saat memberikan keterangan kepada Sumut Pos, Senin (19/10/2026).
Ia mengatakan, kondisi tersebut menjadi indikasi bahwa lingkungan mulai mengalami perbaikan. Namun, untuk memastikan perkembangan kualitas udara secara akurat, masyarakat diminta tidak hanya mengandalkan kondisi cuaca yang terlihat secara langsung.
Meski hujan telah turun dan kondisi cuaca menunjukkan indikasi perbaikan, Hamid mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap potensi dampak kesehatan akibat kabut asap.
Hamid mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan apabila tidak memiliki keperluan mendesak. Langkah tersebut penting untuk mengurangi kemungkinan terpapar partikel asap yang dapat masuk ke saluran pernapasan.
“Walaupun sudah turun hujan dan kondisi cuaca mulai membaik, masyarakat tetap harus waspada. Kalau tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya aktivitas di luar ruangan dibatasi,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan warga yang terpaksa beraktivitas di luar rumah agar menggunakan alat pelindung diri, minimal masker, untuk membantu mengurangi paparan partikel di udara.
Selain mengantisipasi paparan asap, Hamid meminta masyarakat tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari.
Masyarakat juga diminta menjaga kebersihan lingkungan, tidak merokok, serta menghindari konsumsi minuman beralkohol.
Hamid berharap masyarakat tetap tenang, tetapi tidak mengurangi kewaspadaan. Perbaikan cuaca setelah hujan perlu disikapi secara positif, namun langkah perlindungan kesehatan harus tetap dijalankan sampai kondisi kualitas udara benar-benar terpantau membaik.
“Intinya, masyarakat harus tetap menjaga kesehatan dan menerapkan PHBS. Pantau informasi kualitas udara dari BMKG, kurangi aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak, dan gunakan masker apabila harus keluar rumah,” pungkasnya.(san/ram)
Editor : Juli Rambe