Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Lihat Tiga Kota Ramah Pelancong Muslim di Negara Non-Islam di Asia Tenggara

Juli Rambe • Kamis, 15 Januari 2026 | 22:27 WIB
Suasana di Pantai Hua Hin, kota yang ramah pelancong Muslim di Thailand. (ig@visit_huahin)
Suasana di Pantai Hua Hin, kota yang ramah pelancong Muslim di Thailand. (ig@visit_huahin)

 

SUMUT POS- Ada ketakutan atau keengganan tersendiri bagi pelancong Muslim saat mengunjungi kota di negara non-Islam.

Rasa tersebut cenderung wajar karena pelancong Muslim cukup berhati-hati dengan sesuatu yang ditawarkan kota itu.

Begitupun di Asia Tenggara, meskipun masih satu kawasan, tidak semua kota ramah pelancong Muslim.

Melansir Asia One, Kamis (15/1/2026), yang mengutip data perjalanan Wego, berikut kota-kota di Asia Tenggara yang bisa dijelajahi pelancong Muslim dengan nyaman dan terpercaya.

Kota pertama adalah Hua Hin, tepatnya di Thailand. Kawasan ini adalah resor tepi laut, ini favoritnya raja-raja dan keluarga. 

Kota ini memiliki suasana santai dengan pantai yang luas, tapi juga bisa meriah berkat pasar malamnya.

Berkat permukiman bersejarah pekerja kereta api Muslim, area di belakang Stasiun Kereta Api Hua Hin menjadi destinasi ramah Muslim. 

Stasiun Kereta Hua Hin salah satu yang tertua dan terindah di Thailand.

Selain itu, destinasi lainnya adalah Masjid Nurul Ehsan, tinggal berjalan kaki dari stasiun kereta api. 

Ada pula Pasar Malam Hua Hin dengan makanan lautnya yang luar biasa. Pun oleh-oleh, ada Pasar Cicada yang penuh seni, kerajinan tangan, dan suasana malam yang santai.

Kedua ada di Kamboja, namanya Siem Reap. Dia adalah pintu gerbang ke Angkor Wat. 

Kota ini memiliki warisan Islam berkat komunitas Muslim Cham setempat.

Tempat ini adalah rumah bagi Masjid Neak Mah dan desa Muslim Steung Thmey. 

Rekomendasi wisata ketika main ke sini, adalah Angkor Wat. Pun Masjid Neak Mah di Desa Steung Thmey. 

Untuk urusan kuliner, bisa menuju Muslim Family Kitchen untuk mencoba hidangan Kamboja halal yang dimasak ala rumahan.

Dan, kota terakhir Manila. Di Distrik Quiapo, terdapat Masjid Emas dan kawasan Muslim, dengan penuh kemeriahan dan kuliner otentik yang berlimpah. 

Sementara itu, di distrik modern seperti Ermita, ada banyak hotel dan restoran yang mendapatkan akreditasi halal dari Departemen Pariwisata.

Filipina adalah negara yang mayoritas penduduknya menganut agama Katolik. Namun, Ibu kota negara ini justru baru-baru diakui sebagai "Tujuan Ramah Muslim yang Muncul Tahun Ini".

Pilihan wisata ketika berkunjung ke Manila adalah Benteng Santiago, untuk berjalan-jalan sambil belajar sejarah. 

Sebagai informasi, pilihan kota ini dinilai dari beberapa faktor, termasuk kenyamanan makanan halal, kepercayaan sertifikasi, variasi halal, akses ibadah, tempat menginap ramah Muslim, hingga pilihan hiburan tanpa alkohol. (lin/ram)

 

Editor : Juli Rambe
#Wisata Asia Tenggara #wisata halal #Wisata halal di Manila #Muslim Friendly Travel #Liburan Muslim