sumutpos.jawapos.com – Inovasi ramah lingkungan kembali lahir dari Indonesia. Seorang inovator asal Bali, Kevin Kumala, memperkenalkan kantong belanja unik yang sekilas tampak seperti plastik biasa. Namun, di balik tampilannya yang tipis dan transparan, kantong ini justru dibuat dari bahan alami, yakni pati singkong.
Melansir Instagram @lambegosiip, Jumat (27/3/2026), melalui perusahaannya, Avani Eco, Kevin mengembangkan kantong yang diberi label “I Am Not Plastic”. Nama tersebut bukan sekadar slogan, melainkan penegasan bahwa produk ini bukan berasal dari bahan berbasis minyak bumi seperti plastik konvensional.
Keunggulan utama kantong ini terletak pada kemampuannya yang mudah terurai. Saat terkena air, kantong tersebut dapat larut dalam hitungan menit hingga jam, kemudian terurai menjadi senyawa organik yang aman bagi lingkungan. Dalam beberapa kesempatan, Kevin bahkan mendemonstrasikan langsung dengan melarutkan kantong itu di air panas, lalu meminumnya untuk membuktikan bahwa bahannya tidak beracun.
Singkong dipilih sebagai bahan utama karena ketersediaannya yang melimpah di Asia Tenggara serta sifatnya yang terbarukan. Pati singkong diolah menjadi biopolimer, sebuah material yang mampu menggantikan plastik konvensional tanpa meninggalkan dampak jangka panjang bagi lingkungan.
Berbeda dengan plastik biasa yang bisa bertahan hingga ratusan tahun, kantong berbahan singkong ini dapat terurai jauh lebih cepat, terutama ketika terpapar air atau mikroorganisme di tanah. Hal ini menjadi solusi penting di tengah meningkatnya masalah sampah plastik, khususnya di lautan.
Indonesia sendiri masih menjadi salah satu penyumbang sampah plastik laut terbesar di dunia. Banyak limbah plastik sekali pakai yang berakhir di sungai dan laut, kemudian terpecah menjadi mikroplastik yang berbahaya bagi ekosistem dan rantai makanan.
Kehadiran alternatif seperti kantong berbahan singkong diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap plastik berbasis minyak bumi, tanpa harus mengubah kebiasaan masyarakat secara drastis. Inovasi ini juga menunjukkan bahwa solusi terhadap masalah lingkungan tidak selalu rumit, bahkan bisa berasal dari bahan sederhana yang selama ini dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Dengan memanfaatkan sumber daya lokal seperti singkong, langkah kecil ini berpotensi memberikan dampak besar dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan, khususnya laut Indonesia dari ancaman sampah plastik.(lin)
Editor : Redaksi